Suara Denpasar – Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar alias Maula Akbar, anak sulung Kang Dedi Mulyadi menyimpan cerita sedih. Dia sudah menjadi piatu sejak usia 3 bulan karena sang ibu, Sri Mulyawati meninggal dunia.
Hal itu diungkapkan Kang Dedi Mulyadi secara terbuka ke publik. Dia mengakui, istri pertamanya adalah aktivis HMI Cabang Purwakarta.
Saat itu Kang Dedi masih jadi Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta, dan mahasiswa STH Purnawarman, Purwakarta. Pada tahun 1999, Sri Mulyawati mengandung jabang bayi dari pernikahannya dengan Kang Dedi.
Namun, cerita berubah murung lantaran Sri Mulyawati menderita sakit kanker rahim. Pada 4 November 1999, akhirnya lahir bayi Maula Akbar di RS Bungsu, Bandung.
Sel kanker yang tumbuh di bagian rahim Sri Mulyawati tak dapat ditanggulangi. Bahkan, sudah membesar mencapai 4 kilogram. Sri tak bisa bertahan lebih lama.
“Dia meninggal setelah 3 bulan melahirkan Aa (Maula Akbar),” kata Kang Dedi dikutip dari kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (4/11/2022).
Dengan demikian, Maula Akbar telah menjadi piatu sejak baru berusia 3 bulan. Akhirnya, Kang Dedi mengasuh sendiri Maula Akbar di tengah kesibukannya sebagai anggota DPRD Purwakarta. Dia juga mendapat jabatan sebagai ketua Komisi E DPRD Purwakarta dalam usia 28 tahun.
Sebagaimana diketahui, Kang Dedi Mulyadi baru dilantik sebagai anggota DPRD Purwakarta pada Agustus 1999 atau tiga bulan sebelum lahirnya Maula Akbar.
Maula Akbar baru memiliki ibu sambung setelah Kang Dedi menikahi Anne Ratna Mustika pada 2003. Anne Ratna adalah keponakan dari bupati Purwakarta kala itu. Dia juga juara Mojang Purwakarta, sebuah ajang pemilihan perempuan cantik.
Baca Juga: Fitri Salhuteru Doa'kan Dito Mahendra, Zan Zan Bella Ngaku Penasaran: Bersih Nggak Nih Pelapor?
Saat menceritakan kisahnya dengan istri pertamanya, Kang Dedi tak bisa menahan tangis. Ia berkali-kali mengusap air mata yang membasahi pipinya.
Dalam perjalannnya, dalam proses kehamilan Maula Akbar, Sri Mulyawati mengalami sakit. Dia kena penyakit kanker rahim. Kang Dedi sendiri pada Agustus 1999 dilantik menjadi anggota DPRD Purwakarta dan memegang jabatan sebagai ketua Komisi E.
Kang Dedi Mulyadi mengakui, cerita ini dia simpan rapat dari Maula Akbar. Sebaliknya, Maula Akbar juga tidak pernah menanyakan kepadanya tentang sosok sang ibunda.
“Saya menyimpan (cerita tentang ibu dari Maula Akbar). Tidak pernah menyampaikan,” jelas dia.
Dia baru menceritakan hal ini kepada Maula Akbar secara langsung karena dianggap sudah cukup dewasa. Usia Maula Akbar saat ini sudah 23 tahun. Bahkan, sebentar lagi jadi sarjana dari Ilmu Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.
“Ayah minta maaf karena tidak menyampaikan itu kepada Aa (Maula Akbar). Saat ini harus menyampaikan karena kita harus melewati peristiwa yang harus dilewati,” jelas Kang Dedi.