Suara Denpasar – Kang Dedi Mulyadi yang kadang terlihat tegas ternyata tidak hanya berlaku pada orang lain. Itu juga dia lakukan kepada anak-anaknya, terutama kepada Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar alias Maula Akbar atau A Ula, putra sulungnya. Bahkan, akibat pola pendidikann gaya militer ini Maula Akbar mengalami trauma.
Seperti terlihat ketika Maula Akbar untuk pertama kali masuk dalam konten Kang Dedi di kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel Jumat (4/11/2022). Dalam tayangan tersebut, terlihat Maula Akbar seperti tertekan di hadapan Kang Dedi.
Ketika berbicara dengan Kang Dedi, dia kerap menjatuhkan pandangan ke bawah atau melempar pandangan ke arah lain, tidak menatap secara langsung lawan bicaranya. Seperti orang minder atau subordinat terhadap lawan bicara.
“Dia walaupun badannya gede, gagah kalau di luar, banyak pasukannya, kalau di depan saya dia begini (seperti takut),” kata Kang Dedi lantas tertawa di samping Maula Akbar, dikutip Suara Denpasar, Minggu (6/11/2022).
Kang Dedi mengakui, anaknya sedikit trauma terhadapnya. Sebab, dia mendidik Maula Akbar dengan tegas.
Meski Maula Akbar lahir ketika Kang Dedi menjadi anggota DPRD Purwakarta, yakni menjadi ketua Komisi E, kemudian menjadi wakil bupati satu periode dan jadi bupati Purwakarta dua periode, Maula Akbar didik layaknya rakyat biasa.
“Saya ajarkan dia sebagai anak biasa, rakyat biasa. Tidak boleh menempel fasilitas dalam hidupnya terlalu banyak,” terangnya.
Bahkan, Dedi Mulyadi mengaku sering memarahi Maula Akbar. Sebagai contoh, dia akan memarahi Maula Akbar ketika disuruh malah menyuruh lagi kepada orang lain.
“Kalau saya suruh Aa nyuruh lagi, itu saya tegur,” terangnya.
Baca Juga: Asal-Usul dan Arti Nama Maula Akbar, Anak Sulung Kang Dedi Mulyadi, Perpaduan Nama Tokoh Besar
Sikap tegas Kang Dedi ini membuat Maula Akbar menjadi trauma. Bahkan, seperti kucing tersiram air ketika berhadapan dengan Kang Dedi.
“Dan Aa itu sedikit trauma kepada saya. Kenapa trauma? karena saya sering beri tekanan-tekanan,” jelas wakil ketua Komisi IV DPR RI ini.
Walau begitu, Kang Dedi membela diri. Dia mendidik Maula Akbar sebagai kader, bukan sekadar sebagai anak. Tujuannya agar Maula Akbar kelak bisa menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan, yang kadang-kadang keras.
“Jujur saja, tekanan-tekanan itu membuat ada sedikit trauma. Karena setiap ditelepon ayahnya, ayahnya selalu memberikan tekanan,” jelas dia.
Kang Dedi pun mengakui, ketegasan yang dia terapkan kepada anak dari istri pertamanya ini menggunakan pola pendidikan militer atau tentara. Karena ayahnya, Salim Ahmad Suryana (alm), juga anggota TNI.
“Tapi traumatik-traumatik itu bisa Aa lewati, ya? Dan bisa memahami apa yang ayah lakukan buat Aa sedikit tegas itu untuk kebaikan Aa,” kata Kang Dedi, lalu melanjutkan, “agar bisa melewati daya tekan. Karena hitup itu ada yang ringan, ada yang menghina, ada yang apa, banyaklah dalam hidup ini,” papar Kang Dedi. (*)