“Saya akan bertanggung jawab untuk memulihkan nama baik yang sudah dirusak oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab. Begitu juga saya akan meminta pertanggungjawaban terkait dengan “penyebaran berita tersebut”,” papar dia.
Walau begitu, Clara Shinta menyadari tidak bisa mengkontrol apa yang dipikirkan orang lain terhadapnya. Apalagi setelah tersebarnya berita atau informasi yang menurutnya sebagai hoax dari akun Twitter yang tidak bertanggung jawab.
Ditambah lagi, katanya, pihak tersebut tidak bersedia menyertakan bukti atas apa yang diomongkan dengan alasan keselamatan diri. Padahal jelas, lanjut dia, dengan menyebarkan berita itu saja sudah termasuk dalam tindak pelanggaran yang ada di dalam Undang-Undang.
“So I stand for my self and clear up! Talk less proof more,” pungkas dia. (Suara.com)