Selanjutnya terkait krisis iklim sisil menjelaskan. "Kita sudah naik suhu 1.5 derajat celscius, dan itu kita sudah mencapai titik kritis, harapannya masih ada tapi waktunya sempit, sudah ada riset yang mengatakan komitmen pemerintahan Indonesia gak cukup, jadi raportnya merah," tutupnya.
Dian Paramita selaku penyelenggara kegiatan ketika ditemui mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan diskusi-diskusi terkait krisis iklim dan langkah-langkah yang harus dilakukan.
"Transisi energi menurut kami bisa meredam krisis iklim karena kita tidak lagi membakar energi kotor fosil yang menyebabkan polusi atau emisi ke udara, kita sudah beralih ke energi matahari atau angin," kata Dian yang juga sebagai digital organizer 350.id Indonesia tersebut. (*/Aryo)