Diskusi di Kampus Unud Pertanyakan Apa Kontribusi G20 untuk Rakyat Bali

Suara Denpasar | Suara.com

Sabtu, 05 November 2022 | 08:56 WIB
Diskusi di Kampus Unud Pertanyakan Apa Kontribusi G20 untuk Rakyat Bali
Diskusi di Kampus Unud Sudirman, Denpasar mempertanyakan kontribusi G20 untuk rakyat Bali, Jumat (4/11/2022). (Rovin Bou/ Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Udayana dan Komite Nasional Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional (SDMN) menggelar diskusi Jumat (4/11/2022) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kampus Unud, Jalan Sudirman, Denpasar Bali. Dalam diskusi itu, mempertanyakan apa kontribusi G20 untuk rakyat Bali.

Diskusi dengan tajuk "Pro Kontra G20: Rakyat Bali Dapat Apa" dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi. 

I Nyoman Mardika, Dewan Pendiri Yayasan Bintang Gana Bali yang merupakan pembicara dalam diskusi tersebut menyatakan bahwa perhelatan G20 di Bali tidak berkontribusi apa-apa untuk masyarakat Bali, justru merugikan masyarakat karena kegiatan masyarakat dibatasi.

"Masyarakat Bali sebetulnya telanjur ditenangkan oleh narasi-narasi pemerintah terkait manfaat G20 di Bali. Namun jika ditelisik lebih jauh yang terjadi hanyalah glorifikasi terhadap G20 tanpa mengetahui manfaat dari G20 sebetulnya," kata Nyoman Mardika.

Selanjutnya Nyoman Mardika menjelaskan bahwa perhelatan G20 dipakai menjadi alat oleh pemerintah untuk menekan masyarakat yang berusaha mengkritisi manfaat G20. 

"Ada beberapa teman-teman termasuk saya sering diintimidasi oleh pemerintah atau penguasa untuk melakukan diskusi terkait G20," katanya.

Menurut Mardika "Pro dan kontra terhadap suatu kebijakan pemerintah mestinya dianggap biasa di dalam lingkup demokrasi, kalau diskusi-diskusi yang pro terhadap pemerintah difasilitasi ruang ekspresi, kenapa yang kontra dibatasi dan dianggap tidak paham tentang G20," kata Nyoman Mardika.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa G20 adalah agenda kapitalis yang terselubung dalam program pemerintah.

 "Jadi kalau bicara soal manfaat G20 hanya akan diperuntukkan kepada kapitalis atau pemilik modal saja sedangkan masyarakat seperti petani nelayan dan pedagang-pedang kecil hanya sebagai penonton," ujar Dewan Pendiri Yayasan Bintang Gana Bali itu.

Sementara itu El dari Komite Nasional Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional (SDMN) yang juga menjadi pembicara mengatakan bahwa ketika berbicara soal G20, masyarakat Bali mestinya yang paling kritis karena perhelatan G20 di Bali. 

El menjelaskan bahwa menjelang perhelatan G20 di Bali, pemerintah Bali hanya fokus pada pembangunan seperti perbaikan jalan, membongkar spanduk-spanduk yang dianggap kotor bahkan saat terjadi banjir di Kabupaten Jimbrana, keterlibatan pemerintah sangat minim karena fokus pada pencitraan yang disiapkan pemerintah untuk menyambut tamu-tamu G20.

El menyatakan G20 hanya menguntungkan negera-negara yang memiliki modal untuk mengatur Indonesia.

"Indonesia hanya akan menjadi alat bagi negara-negara besar yang memiliki modal di dalam forum Presidensi G20," kata El.

Senada dengan Nyoman Mardika, El menyatakan G20 tidak memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Bali. (*/Aryo)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dewa Gede Wirama Bungkam, Komang Teken Sembahyang di Pura Kejati Bali

Dewa Gede Wirama Bungkam, Komang Teken Sembahyang di Pura Kejati Bali

| Kamis, 03 November 2022 | 18:10 WIB

Tangan Kanan Rektor Unud Diperiksa Penyidik Kejati Bali

Tangan Kanan Rektor Unud Diperiksa Penyidik Kejati Bali

| Kamis, 03 November 2022 | 15:09 WIB

Lima Jam, Tiga Pejabat Unud Diperiksa dan Belum Keluar dari Gedung Kejati Bali

Lima Jam, Tiga Pejabat Unud Diperiksa dan Belum Keluar dari Gedung Kejati Bali

| Kamis, 03 November 2022 | 13:38 WIB

Baliho dan Spanduk di Jalur Delegasi G20 Dicabuti, Pedagang: Ya Mau Gimana?

Baliho dan Spanduk di Jalur Delegasi G20 Dicabuti, Pedagang: Ya Mau Gimana?

| Rabu, 02 November 2022 | 19:03 WIB

Kejati Bali Ancang-ancang Panggil Rektor Unud: Jaksa Puldata Dokumen Keuangan Mahasiswa Baru

Kejati Bali Ancang-ancang Panggil Rektor Unud: Jaksa Puldata Dokumen Keuangan Mahasiswa Baru

| Selasa, 01 November 2022 | 14:30 WIB

Jadi Saksi Kasus Dana SPI , Beberapa Pejabat Unud Mangkir: Minta Penjadwalan Ulang Pemanggilan

Jadi Saksi Kasus Dana SPI , Beberapa Pejabat Unud Mangkir: Minta Penjadwalan Ulang Pemanggilan

| Selasa, 01 November 2022 | 14:21 WIB

Terkini

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak demi Generasi Sehat

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak demi Generasi Sehat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:03 WIB

Diwarnai Kontroversi, David Beckham Sebut Atletico Madrid Seharusnya Dapat Penalti Lawan Arsenal

Diwarnai Kontroversi, David Beckham Sebut Atletico Madrid Seharusnya Dapat Penalti Lawan Arsenal

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:02 WIB

Tren Penurunan Berlanjut, Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi

Tren Penurunan Berlanjut, Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:00 WIB

Siswa SMK Bukan Hanya Calon Tenaga Kerja, Tapi Juga Anak yang Perlu Dijaga

Siswa SMK Bukan Hanya Calon Tenaga Kerja, Tapi Juga Anak yang Perlu Dijaga

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:00 WIB

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:54 WIB

Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok

Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:50 WIB

Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun

Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:50 WIB

Wishlist Menumpuk? Saatnya Checkout Produk Kecantikan hingga Kesehatan di Sini: Diskon hingga 70%!

Wishlist Menumpuk? Saatnya Checkout Produk Kecantikan hingga Kesehatan di Sini: Diskon hingga 70%!

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:44 WIB

Tambah 50 Persen Kuota BBM, Pertamina Klaim Stok untuk Riau Aman

Tambah 50 Persen Kuota BBM, Pertamina Klaim Stok untuk Riau Aman

Riau | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:41 WIB

Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs

Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:38 WIB