Suara Denpasar – Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika meninggalkan Tanah Air Rabu (9/11/2022). Dia berangkat umrah bersama keluarganya dari Cianjur. Sebelum berangkat umrah dia memberi titipan ke Kang Dedi Mulyadi.
Ambu Anne berangkat ke Tanah Suci di Arab Saudi bersama keluarga besarnya. Sedangkan dari keluarga kecilnya hanya Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip (19) yang ikut serta. Sedangkan Kang Dedi Mulyadi, dan Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar, da Nyi Hyang Sukma Ayu Mulyadi Putri tidak ikut.
Nah, selama Ambu Anne pergi menjalankan umrah dari tanggal 9 sampai 14 November 2022, Nyi Hyang dititipkan ke Kang Dedi Mulyadi. Bahkan, kata Ambu Anne sudah ada telepon dengan Kang Dedi bahwa Nyi Hyang Sukma yang masih brusia 3,5 tahun dititipkan di Subang, di rumah Kang Dedi Mulyadi.
“Tadi disampaikan ke hakim mediator selama saya umrah, maka anak yang kecil, karena yang besar Yudistira ikut dengan saya ikut ibadah umrah, yang kecil sudah kemarin susternya atau pengasuhnya kontak-kontak dengan ayahnya itu akan dibawa ke Subang,” kata Ambu Anne.
Ambu Anne sempat ditanya apakah ada harapan dari umrah akan ada perdamaian dengan Kang Dedi Mulyadi. Ternyata, jawaban Ambu Anne menyatakan bahwa kegiatan umrah kali ini tidak ada hubungannya dengan sidang gugatan cerai terhadap Kang Dedi Mulyadi.
“Itu (umrah) adalah kecintaan saya terhadap Allah dan Rasulullah,” terangnya.
Bahkan, dia mengatakan agenda umrah ini sebetulnya sudah lama. Namun tertunda karena adanya pandemi Covid-19.
![Kang Dedi dan anak ketiganya, Nyi Hyang Sukma Ayu Mulyadi Putri. [Instagram @dedimulyadi71]](https://media.suara.com/suara-partners/denpasar/thumbs/1200x675/2022/11/10/1-kang-dedi-dan-nyi-hyang-suka-ayu.jpg)
Dia juga menegaskan tidak ada ruang perdamaian dengan Kang Dedi Mulyadi. Sebab, ruang perdamaian ini sudah dia buka jauh-jauh hari, sebelum ada gugatan cerai ke Pengadilan Agama Purwakarta pada 19 September 2022.
Akan tetapi, aku Ambu Anne, upaya komunikasi yang dia coba tidak mendapat respons dari Kang Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Sosok Luh T, Istri AKBP EP yang Dikabarkan Check In di Hotel dengan Kasatlantas
“Sebetulnya komunikasi itu sudah ada, tapi saya tunggu berbulan-bulan tidak ada itikad baik, ya, sudah berarti ini jalannya (gugat cerai),” jelas Anne Ratna. (*)