Sebuah Catatan Kecil Kang Dedi Mulyadi: Hobi Tak Sama dengan Pencitraan

Suara Denpasar

Jum'at, 11 November 2022 | 23:16 WIB
Sebuah Catatan Kecil Kang Dedi Mulyadi: Hobi Tak Sama dengan Pencitraan
Istimewa

(Sebuah Catatan Kecil Bupati Purwakarta)

"Keliling kampung dan menyapa warga adalah kebiasaan saya sejak dulu, bahkan semenjak saya menjadi Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, tak jarang saya menginap di rumah warga"

Itu sekitar 15 Tahun lalu, dimana saya bukan siapa-siapa sama seperti hari ini saya masih tetap bukan siapa-siapa. 15 Tahun lalu sama sekali tak terbayang sedikitpun tentang apa yang disebut pencitraan, bahkan terfikir mencalonkan diri pada jabatan apapun tidak sama sekali.

Zaman itu tak ada media sosial, kita tak mengenal Facebook, Instagram, twitter dan lain sebagainya. Lalu bagaimana mungkin kebiasaan dan hobi saya disebut pencitraan?

Tetapi dapat difahami karena dinamika politik saat ini berpadu dengan kemajuan teknologi serta kebiasaan para pejabat yang memang sengaja mengekspose segala ragam kegiatannya dengan tujuan salah-satunya untuk dikenal dan mungkin sebagian diantaranya ada hasrat ingin dipuji.

Beribu maaf saya katakan tidak untuk diri saya, saya sepenuhnya sadar dan mengakui bahwa segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Sama sekali tidak menjadi masalah tentang penilaian publik atas apa yang saya lakukan selama ini, tentang kebiasaan, tentang hobi dan kebutuhan saya sebagai pemimpin untuk selalu merasa dekat dengan rakyat, bukan hanya dekat tetapi kebutuhan saya adalah untuk dapat selalu hadir di tengah-tengah mereka.

Mendengar keluh kesah mereka, mendengar curhatan mereka dan berupaya membantu mencarikan solusi serta menyerap berbagai aspirasi mereka.

Sungguh indah hidup ini jika senantiasa dapat berada ditengah mereka. Karena sejatinya saya memahami dan menyadari bahwa saya tiada beda dengan mereka.

baca juga

Adapun apa yang diamanahkan Allah kepada saya sebagai Bupati Purwakarta, hanya sebagai sebuah upaya untuk berbakti kepada masyarakat melalui kebijakan-kebijakan yang dibuat Pemerintah Daerah.

Saya sama sekali tidak terganggu dengan berbagai tuduhan, isu bahkan fitnah sekalipun, mengenai apa yang selama ini saya kerjakan sebagai salah satu tugas saya sebagai pemimpin yang orang kemudian menilainya sebagai sebuah pencitraan, saya tidak masalah.

Faktanya, alhamdulillah dalam catatan saya tidak kurang dari 1.000 anak di Jawa Barat yang berubah nasibnya karena kehendak Allah dan mungkin, mungkin saya adalah salah satu perantara yang dipercaya-Nya.

Sekali lagi, kebahagiaan saya adalah berbahagia ketika melihat saudara-saudara saya berbahagia. Lalu sebagai konsekwensi seorang pemimpin daerah, jika suatu saat pada suatu kesempatan diri saya harus berkorban dan dikorbankan untuk kepentingan rakyat banyak, saya adalah pemimpin yang siap untuk itu.

Hari ini, saya disebut-sebut sebagai salah satu bakal calon Gubernur Jawa Barat, mohon digaris bawahi bahwa yang menyebutkan demikian adalah bukan saya secara pribadi namun media dan mungkin juga publik secara umum.

Sampai hari ini saya tidak pernah mendeklarasikan apapun tentang itu. Biarkan publik yang menilai, biarlah nanti Partai yang menentukan tentang itu, lebih jauhnya lagi semua telah tertulis dalam buku taqdir saya.

Apapun kemungkinan dapat terjadi dan saya sebagai makhluk tentu harus tunduk dan patuh pada ketentuan-Nya. Saya haruslah siap dan insya Allah saya siap.

Lalu sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, saya katakan pada seluruh jajaran pengurus serta kader Partai Golkar Jawa Barat untuk senantiasa menjaga soliditas dan menghindari pergolakan internal apapun penyebabnya.

Saya memahami kecintaan kader terhadap Partai ini begitu tinggi dan saya meminta agar kita selalu megelola energi kecintaan terhadap Partai ini terkelola dengan baik. Sebagai pucuk pimpinan Partai Golkar di Jawa Barat, saya tidak menghendaki ada pihak-pihak lain yang mencoba menyulut gejolak serta menuai berkah dari gejolak itu.

Saat ini saya masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta, mohon maaf saya sepertinya tidak dapat menanggapi terlalu jauh hal-hal yang tidak terlalu penting serta beribu maaf prioritas saya saat ini adalah menyelesaikan tugas saya untuk berbakti pada warga masyarakat Purwakarta. Jadi siapapun yang mencoba merusak konsentrasi bekerja saya sepertinya butuh energi lebih besar lagi untuk dapat membuat saya terganggu. (*)

(sumber:kompasiana/Kreator: Ikhsan Bang Haji)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cerita tentang Sri Mulyawati, Istri Pertama Kang Dedi Mulyadi: Cincin pun Dijual demi Penghuni Sekretariat

Cerita tentang Sri Mulyawati, Istri Pertama Kang Dedi Mulyadi: Cincin pun Dijual demi Penghuni Sekretariat

Denpasar | Jum'at, 11 November 2022 | 21:15 WIB

Lesti Kejora Pulang Umrah Langsung Damai, Bagaimana dengan Anne Ratna dengan Kang Dedi Mulyadi?

Lesti Kejora Pulang Umrah Langsung Damai, Bagaimana dengan Anne Ratna dengan Kang Dedi Mulyadi?

Denpasar | Jum'at, 11 November 2022 | 19:38 WIB

Nelangsa, Janda Ini Cerita Anak Sapi Bantuan Kang Dedi Mulyadi Mati karena Makan Keresek

Nelangsa, Janda Ini Cerita Anak Sapi Bantuan Kang Dedi Mulyadi Mati karena Makan Keresek

Denpasar | Jum'at, 11 November 2022 | 19:17 WIB

Terkini

Guru Besar UMY: Masa Depan Politik Gibran Masih Bergantung pada Bayang-Bayang Jokowi

Guru Besar UMY: Masa Depan Politik Gibran Masih Bergantung pada Bayang-Bayang Jokowi

Video | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:00 WIB

Suap Mahasiswa UBK Viral, Terseret Nama 'Kapolda' dan Aliran Dana Rp20 Juta

Suap Mahasiswa UBK Viral, Terseret Nama 'Kapolda' dan Aliran Dana Rp20 Juta

Video | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:00 WIB

Penertiban Aset GBK, Marinus Gea Minta Pemerintah Buktikan Manfaatnya Bagi Negara

Penertiban Aset GBK, Marinus Gea Minta Pemerintah Buktikan Manfaatnya Bagi Negara

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:58 WIB

Heboh Pub Favorit Pendukung Skotlandia di Boston Tutup Saat Hari Pertandingan Inggris

Heboh Pub Favorit Pendukung Skotlandia di Boston Tutup Saat Hari Pertandingan Inggris

Bola | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:57 WIB

KPK Serahkan Rp153,6 Miliar Hasil Rampasan Korupsi Eks Dirut Taspen

KPK Serahkan Rp153,6 Miliar Hasil Rampasan Korupsi Eks Dirut Taspen

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:56 WIB

Pensiun Aparat Diulur, Loker Sipil Berumur

Pensiun Aparat Diulur, Loker Sipil Berumur

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:56 WIB

Demo Mahasiswa di Patung Kuda Memanas, Orator Teriak Minta Massa dan Polisi Mundur

Demo Mahasiswa di Patung Kuda Memanas, Orator Teriak Minta Massa dan Polisi Mundur

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:51 WIB

K-Beauty Makin Melokal, Hadirkan Shade Khusus untuk Kulit Perempuan Indonesia

K-Beauty Makin Melokal, Hadirkan Shade Khusus untuk Kulit Perempuan Indonesia

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:50 WIB

Kawal Sidang Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Cium Aroma 'Paket Kilat' Putusan Kasasi MA

Kawal Sidang Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Cium Aroma 'Paket Kilat' Putusan Kasasi MA

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:50 WIB

Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot

Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:46 WIB