Nah! Akhirnya Ngaku, Bukan Cuma Ambu Anne yang Jadi Korban KDRT, Dedi Mulyadi Akui Juga Kasar pada Sang Anak

Suara Denpasar Suara.Com
Sabtu, 19 November 2022 | 13:55 WIB
Nah! Akhirnya Ngaku, Bukan Cuma Ambu Anne yang Jadi Korban KDRT, Dedi Mulyadi Akui Juga Kasar pada Sang Anak
Dedi Mulyadi akhirnya ngaku pernah berlaku kasar pada anaknya, Maula Akbar. Mengapa kini tampil tudingan KDRT verbal pada Ambu Anne? (Kolase Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Dalam salah satu materi gugatan cerai yang dilayangkan Anne Ratna Mustika, ia mengungkap bahwa dirinya menjadi korban KDRT psikis oleh Dedi Mulyadi

Ambu Anne sapaan akrabnya, mengakui bahwa psikisnya terganggu akibat perlakuan kasar Dedi Mulyadi secara verbal. 

Menurut pengakuannya, Dedi Mulyadi kerapkali berkata kasar dengan kata-kata yang dilontarkannya. Karena itulah, Ambu Anne mengungkap dirinya sampai mengalami gangguan psikologis.

Sayang, Dedi Mulyadi justru kedapatan menampik tuduhan soal KDRT verbal yang diduga dilakukannya pada sang istri. 

Ia juga balik mempertanyakan soal ciri-ciri korban KDRT psikis berdasarkan undang-undang yang menurutnya tidak ada pada diri Ambu Anne. 

"Pertanyaannya adalah, apakah ada tanda-tanda itu pada Ambu Anne? Murung terus, tidak bisa mengambil keputusan, kehilangan percaya diri. Menurut saya terbalik. Ambu sebagai bupati saat ini justru sangat pede (percaya diri),” kata Kang Dedi.

Namun,di lain kesempatan, Dedi Mulyadi justru mengakui dirinya sering berlaku kasar pada sang anak, yakni Maula Akbar

Diungkapnya sendiri, Maula Akbar atau A Ula sampai memiliki gangguan psikologis berupa rasa trauma akibat perlakuan kasar darinya selama ini. 

Hal ini lantaran Dedi Mulyadi sering memberi tekanan dan berkata kasar dalam usahanya mendidik sang anak.

Baca Juga: Begini Pesan Mr. Black untuk Denise Chariesta

A Ula sering dimarahi oleh Dedi Mulyadi bahkan sering ditelpon sejak pagi dengan kata-kata yang keras ala militer.

"Kenapa sering marahi dia? Misalnya kalau saya suruh, Aa nyuruh lagi, selalu saya tegur itu nggak boleh," ungkap Dedi Mulyadi dikutip dalam video di kanal YouTube-nya. 

Ia berpendapat bahwa pola pendidikan semi militer baik untuk diterapkan pada sang anak agar mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. 

"Ayahnya selalu memberikan tekanan. Karena polanya pola pendidikan militer," jelasnya.

"Saya sering beri tekanan-tekanan pada dia sebagai kader. Bukan hanya sebagai anak untuk bisa menyelesaikan berbagai masalah semuanya," ungkap Kang Dedi.

Kini Kang Dedi pun menyadari, buah perbuatannya justru berdampak pada psikologis sang anak. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI