Suara Denpasar – Kang Dedi Mulyadi kembali menggerebek sarang prostitusi di Cilodong, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Saat Kang Dedi Mulyadi jadi bupati Purwakarta, prostitusi di warung remang-remang di pinggir jalan Purwakarta-Karawang, itu sudah dibersihkan.
Kini, di era Bupati Anne Ratna Mustika, istrinya, kawasan itu kembali semarak dengan warung remang-remang yang menjajakan perempuan pekerja seks komersil (PSK). Melalui Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, wakil ketua Komisi IV DPR RI ini pun jalan-jalan ke Kawasan yang kembali ramai dengan dunia lender tersebut.
“Cilodong tuh dulu waktu saya sering di situ sudah bersih. Sekarang mereka mungkin dengar pawangnya ada digugat (cerai),” kata dia.
Kang Dedi melanjutkan, karena ‘pawangnya’ digugat cerai, sehingga orang berani lagi membuka sarang pelacuran melalui warung remang-remang di Cilodong. Kang Dedi menyebutkan, cewek di prostitusi Cilodong berasal dari beberapa wilayah di Jawa Barat. Ada dari Garut, Subang, Purwakarta, Bandung, dan lainnya.
“Yang punya warung itu rata-rata (dari) Cikampek,” katanya.
Kang Dedi pun datang lagi ke Cilodong untuk kembali membersihkan. Ii membuktikan sekalipun dia sedang digugat cerai tak mengendurkan perhatiannya soal maraknya prostitusi di wilayah Purwakarta yang saat ini dipimpin istrinya, Ambu Anne.
“Kalau bapak Kades sendiri nggak bisa, ya, kan harus ada tugasnya Satuan Polisi Pamong Praja itu tugasnya,” terangnya.
Saat sampai di Cilodong, Kang Dedi juga bertemu Pak Camat. Dia menegaskan kepada sang camat bahwa kawasan ini sudah mulai dijadikan lokasi prostitusi lagi. Ceweknya dari mana-mana, dan bangunannya juga liar.
“Dianggapnya saya sudah nggak di sini. Sehingga berani lagi,” katanya.
Baca Juga: Nikita Mirzani Sebut Ketidakadilan Merajalela, Waduh Sindir Jaksa Nih
Kang Dedi pun bertemu salah satu PSK. Dia menanyakan sejak kapan menjajakan diri di Cilodong. Kemudian mengaku sudah lima bulan.
“Lima bulan, ya. Setelah Dedi gak fokus lagi, ramai (prostitusi di Cilodong),” kata Kang Dedi Mulyadi didampingi sejumlah aparat dari Satpol PP Purwakarta. (*)