Suara Denpasar - We All Are One, konser online yang sedianya akan digelar pada 10-12 November 2022 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, akhirnya batal.
Ribuan Kpoper, menuntut pengembalian uang pembelian tiket kepada pihak promotor. Namun, sampai saat ini tidak ada kejelasan.
Akibat pembatalan itu Kpoper menuding Park Jaihyun, CEO PT Coution Live Indonesia selaku promotor konser We All Are One sebagai penipu dan lamban mengembalikan uang mereka dengan pembatalan konser untuk memperingati tragedi Itaewon.
Di mana dalam konser akan tampil EXO-CHEN, BamBam, YOUNGJAE, Oh My Girl, ASTRO, PENTAGON dan SF9.
Dalam grup twitter para penonton yang kecewa itu mengatakan bahwa Park Jaihyun kabur dan uang refund kemungkinan tidak akan dikembalikan. Kendati sempat dijanjikan akan ada pencairan pada Januari 2023.
Bahkan menjadi trending Twitter dengan tagar REFUND OUR MONEY, parkjaihyun_penipu hingga ParkJaihyunisCHEATER.
“Guyss, ceo nya kabur dan kalau kita nunggu sampe Januari kemungkinan duit ga di refund si soalnya ga ada promotor di Indonesia, semuanya dari Korea,” demikian pesan berantai yang diterima denpasar.suara.com, Rabu (30/11/2022).
Kabarnya Park Jaihyun yang kini menjadi buruan Kpoper tanah air sudah kabur ke negaranya. Atas kabar tersebut Duta Besar (Dubes) RI untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto juga turut turun tangan akan membantu pelacakan Park Jaihyun. “KBRI Seoul akan membantu," demikian postingnya dalam akun Instagram.***