Suara Denpasar – Perceraian Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dengan Dedi Mulyadi masih hangat dibicarakan.
Pasalnya kasus perceraian keduanya cukup membuat publik kaget setelah Anne memutuskan untuk melayangkan gugatan cerai pada Dedi Mulyadi atau Kang Dedi sapaan akrabnya.
Politisi kelahiran 1971 tersebut digugat cerai istrinya sendiri lantaran dinilai tidak memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami.
Kang Dedi disebut tidak memberikan nafkah lahir batin pada Anne selama kurun waktu tiga tahun terakhir.
Namun nampaknya Kang Dedi ingin menunjukkan pada publik bahwa dirinya sebenarnya sangat menyayangi wanita.
Setelah sempat, memborong pembalut, kali ini Kang Dedi seolah ingin kembali menunjukkan sifat aslinya.
Anggota DPR RI tersebut dalam kanal Youtube pribadinya KANG DEDI MULYADI CHANNEL mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan dan membeli beberapa kebutuhan wanita.
Adapun terlihat Kang Dedi membeli shampoo, dan lain sebagainya sambil menyapa pelayan dan melayani foto bersama dari pengunjung.
“Cewe pakai ini ga?” tanya Kang Dedi sambil memegang sebuah produk.
Baca Juga: Dituding Kumpul Kebo, Nathalie Holscher Akui Fariz Setiap Hari Datang ke Rumah dan Lakukan Ini..
Rupanya ia ingin memborong kebutuhan dasar wanita untuk disumbangkan pada korban gempa Cianjur. Bahkan Kang Dedi meminta produk yang berkualitas baik.
“Saya harus membeli yang terbaik. Kalau ngasi sumbangan itu harus yang bagus jangan yang jelek,” tambahnya.
Dengan beberapa barang yang dibelinya itu, Kang Dedi sangat peduli dengan kebutuhan wanita
“Pokoknya wanita-wanita Cianjur, yang tua, yang janda atau yang punya suami saya nanti datang lagi nanti ketemu sama saya kebersihan dirinya kita support,” jelasnya.
Video belanja kebutuhan wanita ini yang telah diunggah ini diberi judul “KANG DEDI KEMBALI BORONG KEBUTUHAN KAUM WANITA – DARI URUSAN RAMBUT TRABAL SAMPAI TIPIS” seilah ingin menunjukkan bahwa dirinya juga sangat peduli pada perempuan.
Lantas dengan unggahan video tersebut seolah menjawab tudingan Anne yang mengatakan Kang Dedi tak memberi kewajiban yang artinya tak peduli pada kebutuhan kaum hawa.