Suara Denpasar- Kang Dedi Mulyadi harus hengkang dari gedung kembar yang selama ini menjadi tempatnya merumuskan berbagai program di Purwakarta.
Akibat hal ini, seluruh barang-barang koleksi pribadinya di gedung tersebut juga harus diangkut.
Termasuk juga dengan para staf yang selama ini menjaga gedung dan koleksi-koleksi seperti lukisan di dalamnya.
Kang Dedi Mulyadi pun kemarin menuju gedung ini dia mengemasi seluruh koleksi pribadinya yang sebelumnya berada di tempat tersebut.
Di sela-sela mengemasi barang ini, datang seorang penjaga gedung kembar ini menyalami Dedi Mulyadi yang tengah mengemasi lukisan.
Si pria yang disebut bernama Kang Yayan ini sempat menangis ketika menyalami Kang Dedi Mulyadi.
"Jangan sedih ya," kata Kang Dedi Mulyadi saat menyalami penjaga gedung tersebut seperti yang dia unggah di akun KDM Channel, dikutip pada Sabtu (3/12).
Kang Dedi Mulyadi menjelaskan dirinya harus menerima jika harus keluar dari gedung tersebut.
"Hidup harus dijalani dengan tenang dan lapang dada, kita harus menerima apapun, peristiwa hari ini kita menangis, besok kita bisa tertawa bahagia, hari ini tertawa bahagia besok bisa menangis," katanya.
Baca Juga: Dulu Disayang, Sekarang Diusir, Ini Alasan Anne Ratna Usir Suaminya, Dedi Mulyadi dari Gedung Kembar
Sementara itu diketahui jika gedung kembar ini adalah aset pemerintah kabupaten Purwakarta.
Bupati Purwakarta Anne Ratna bahkan sangat keras menegaskan jika sebelumnya ada pihak yang menempati gedung tersebut secara ilegal.
"Ceritanya gedung kembar ini empat tahun digunakan secara ilegal tentu saja tidak ada izin dari Pemerintah Daerah, karena ini aset pemda,” kata Ambu Anne Ratna seperti diberitakan oleh Suara Denpasar sebelumnya.
Gedung ini akhirnya kembali diambil alih oleh Pemkab Purwakarta. ***