Suara Denpasar- Dedi Mulyadi mengeluarkan sindiran keras terkait dengan tipe kepemimpinan yang disebutnya dikendalikan oleh staf.
Dia tidak menjelaskan siapa pemimpin yang dimaksud apakah Anne Ratna Mustika yang kini menjadi Bupati Purwakarta atau tidak.
Kang Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika ini tengah dalam konflik 'perang dingin', keduanya saling sindir bahkan saling serang soal kinerja masing-masing.
Terbaru Kang Dedi Mulyadi menyinggung soal pemimpin yang disebutnya banyak dikendalikan oleh staf dan kurang inovasi.
"Kalau jadi pemimpin harus inovatif, harus banyak pikiran-pikiran baru, kalau pemimpin pemikirannya sama dengan masyarakat jangan jadi pemimpin, karena pemimpn itu beda, atau pemimpin nungguin pendapat staf, jangan jadi pemimpin, masak kita jadi pemimpin kita harus apa ini, kita harus-apa ini, staf harus ngikutin kita, pemimpin itu harus beda," kata Kang Dedi Mulyadi seperti yang dia unggah di akun youtube pribadinya, dikutip pada Minggu (4/12).
Dia menyinggung soal tipe pemimpin ini saat melihat gedung baru tempat dia meletakkan lukisan-lukisannya.
Nah saat dekat gambar seorang tukang bakso yang tengah mendorong gerobak, dia kembali menyinggung soal pemimpin.
"Seperti tukang bakso ini (menunjukkan lukisan), kerjanya mengendalikan ban, bukan dia yang dikendalikan ban, jadi pemimpin itu harus mengendalikan, gak boleh pemimpin disetir oleh staf, gak boleh," jelasnya.
Sebelumnya Kang Dedi Mulyadi harus 'diusir paksa' dari gedung kembar tempatnya berkantor sekaligus menyimpan koleksi banyak lukisannya.
Baca Juga: Gelar Jokowi di Undangan Pernikahan Kaesang Timbulkan Penasaran: Sederhana Banget!
Bupati Purwakarta Anne Ratna menyebut jika gedung tersebut dihuni secara ilegal selama empat tahun.
Gedung tersebut merupakan aset milik Pemkab Purwakarta. ***