Suara Denpasar – Tato dan rambut gimbal budaya Indonesia? Dedi Mulyadi dibuat bengong oleh psenjelasan Dellu Uye.
Beberapa hari lalu, tepatnya 2 Desember 2022, Dedi Mulyadi ngobrol santai dengan seseorang berpenampilan eksentrik.
Bagaimana tidak, pria eksentrik tersebut dipenuhi dengan tato, berambut gimbal dan memiliki banyak anting-anting diwajahnya.
Yang membuat Dedi Mulyadi bengong, pria bernama Dellu Uye itu menjelaskan bahwa penampilan eksentriknya bukanlah budaya import.
Tapi merupakan budaya tanah air yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia, seperti dijelaskannya dengan sempurna.
Berikut hasil penelisikan Dedi Mulyadi atas pria bernama Dellu Uye yang ternyata seorang pengusaha pembuatan tato.
“Ini apa, ini kebudayaan mana?” tanya Dedi Mulyadi seraya menunjuk kepada Delli Uye yang berambut gimbal dengan tubuh penuh tato.
Delli Uye menjawab pertanyaan dari Dedi Mulyadi dimulai dari tato yang memenuhi tubuhnya, katanya semua merupakan karya seni.
Ia lalu melanjutkan penjelasan dengan beberapa bagian tubuh yang ditindik, piercing, seperti pada telinga dan hidungnya.
”Sudah dikukuhkan bahwa tato tertua itukan di Mentawai,” jawab Dellu Uye.
“Jadi tato itu budaya Indonesia?” tanya Dedi Mulyadi lagi.
“Iya, semacam membudayakan budaya Indonesia,” jawab Dulle Uye.
“Bahannya apa?” lanjut Dedi Mulyadi.
“Berasal dari getah-getah, bahannya alami,” jawab Dellu Uye.
“Kalau ini piercing, dari Kalimantan,” tambah Dellu Uye seraya menunjuk bagian-bagian tubuhnya yang dihiasi anting-anting.
Setelah itu, Dedi Mulyadi menanyakan tentang gaya rambut yang digunakan Dellu Uye yang menyerupai rambut orang Jamaika.
Rambutnya gimbal bak tak dicuci berbulan-bulan itu dijelaskan Dellu Uye sebagai gaya gaya orang Indonesia.
Ia bahkan mengatakan bahwa orang asli Indonesai bahkan ada yang memiliki rambut asli seperti itu sejak lahir, yaitu orang-orang dieng.
“Gaya Jamaika, tapi Indonesia juga punya, di Dieng,” jawab Dellu Uye.
Menggaet bule Australia dengan tato yang dimilikinya, Dedi Mulyadi memberikan pesan khusus tentang cinta dan visi misi dalam mencinta untuk Dellu Uye.
“Satu visi satu cinta, bersama, ketika sudah tidak satu visi berpisah tapi tidak ribut,” ungkap mantan bupati yang telah digugat cerai istrinya itu. (**/pratama)