Suara Denpasar - Situasi politik Bali menuju Pemilihan Gubernur atau Pilgub Bali 2024 mulai memanas. Di internal PDIP Bali, muncul dua nama yang saling bersaing. Yakni Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta.
Keduanya terkesan saling sindir. Nyoman Giri Prasa yang merupakan Bupati Badung sekaligus ketua DPC PDIP Badung sempat menyinggung soal kader karatan. Tak mau kalah, Koster mengatakan bahwa dia selalu menang.
I Nyoman Giri Prasta, memang memiliki kans menuju Bali 1. Menjadi Bupati Badung dua periode (2016-2021, 2021-2024) memang menjadi saingan berat Koster di internal PDI Perjuangan untuk mendapatkan rekomendasi sebagai Calon Gubernur Bali 2024.
Bahkan berdasarkan hasil Polling Pilgub Bali 2024 di situs website Kabar Bali Satu pada bulan Oktober lalu, Giri Prasta berada di posisi kedua dengan raihan dukungan 14.59 persen atau 203,778 suara, dibawah Wayan Koster yang mendapat raihan 20,74 persen atau 289.761 suara.
Diketahui, Wayan Koster saat menghadiri kegiatan Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL) I, Pemuda Katolik Se-Indonesia yang diselenggarakan di Denpasar Bali pada tanggal 2-4 Desember 2022 lalu, Ketua DPD Partai PDI Perjuangan Provinsi Bali itu mengisahkan pengalamannya selama berpolitik.
Koster mengaku sejak pertama kali masuk ke partai politik dan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI di tahun 2004, dia menang dengan dukungan terbanyak.
"Kemudian pemilu 2009 maju lagi, saya dapat suara terbanyak di Bali, tertinggi. Suara saya itu 185.901 ribu, tertinggi dari 9 nama anggota DPR terpilih dari Bali, dan nomor 7 nasional dari 550 Anggota DPR RI," ucap Koster saat memberikan sambutan.
Kemudian kata Koster, di periode ke-3 menjadi Anggota DPR RI tahun 2014, dia meraih suara terbanyak lagi dengan raihan 260.363 ribu suara. Tertinggi di Bali dan nomor 3 tertinggi secara nasional.
Setelah berkisah tentang kiprahnya sebagai anggota DPR RI Dapil Bali dengan suara terbanyak, dia kemudian masuk ke penjajakannya sebagai Gubernur Bali.
Baca Juga: Bupati Giri Prasta Didukung Rebut Kursi Gubernur Bali, Gandeng Sosok yang Kontra dengan Koster?
"Masa jabatan DPR RI kan sampai tahun 2019. Saya maju jadi Gubernur Bali pada pilkada Juni 2018. Astungkara terpilih menjadi Gubernur dengan perolehan suara 57,68 persen," ungkap pria asal Desa Bali Aga, Buleleng tersebut.
Sementara, terkait dukungan masyarakat terhadap Giri Prasta menuju Bali 1 di tahun 2024 itu, dia pun angkat bicara. Giri mengatakan dia patuh terhadap keputusan partai.
“Kalau itu (dua periode) kewenangan Ketua Umum. Saya loyal dengan perintah partai yang dimaksud dengan kader yang kadarnya berkualitas," kata Giri Prasta, pada, Kamis (1/12/2022) lalu.
Giri lantas menyinggung jadi kader yang berkualitas, bukan yang karatan.
“Jangan sampai menjadi kader yang kadarnya karatan,” tegasnya. (*/Aryo)