“Oh, saya teh lagi di roasting,” jawab Sule.
Dedi Mulyadi melanjutkan ceritanya bahwa ibu yang ditemuinya di pinggir jalan terlihat sedih karena memikirkan tentang anaknya.
Ia ingin belajar di pesantren, tapi tak memiliki biaya, padahal ia ia telah menjual kambingnya yang dititipkan Dedi Mulyadi.
Dua kambing dijual untuk memenuhi kebutuhan anaknya, diantaranya untuk membeli peralatan sekolah, seragam, tas dan sepatu.
Menceritakan hal itu, Dedi Mulyadi menitikkan air mata di hadapan Sule dan anaknya, padahal itu bukan pertama kalinya Dedi Mulyadi bertemu si miskin papa. (Rizal/*)