Suara Denpasar – Junianto dan Yoyok Sukawi merupakan partner dan duet kepemimpinan PSIS Semarang selaku Komisaris dan CEO.
Junianto dan Yoyok Sukawi pun tampil membesarkan PSIS Semarang di musim BRI Liga 1 2021/2022.
Sayangnya duet keduanya harus kandas ketika BRI Liga 1 2022/2023 mulai bergulir. Junianto masih terlibat mendatangkan Carlor Fortes dan Taisei Marukawa kemudian pamit.
Berbagai rumor pun beredar terkait keputusan Junianto meninggalkan PSIS Semarang. Yang paling santer beredar adalah ajakan untuk IPO-kan Laskar Mahesa Jenar di tolak Yoyok Sukawi.
Setela kian lama bungkam, Yoyok Sukawi akhirnya buka-bukaan perihal Junianto yang meninggalkan PSIS Semarang.
Dilansir Suara Denpasar dari perbincangan Yoyok sukawi dengan pemilik Channel Youtube Candra Margatama, Anggota DPR RI itu memberikan penjelasan.
Yoyok Sukawi mengatakan, dalam sebuah rumah tangga ketidak cocokan itu adalah hal wajar. Dalam masa pacaran juga kadang ngambek bahkan sampai putus.
Kondisi itu, kata Yoyok dilansir dri Youtube Chandra Margatama, tayang (6/12/2022) juga bisa disebuah perusahaan.
"di dalam sebuah perusahaan perseroan terbatas (PT) hal itu juga menjadi hal biasa. Investor bisa datang dan pergi jika tidak ada kecocokan," kata Yoyok Sukawi.
Baca Juga: Contoh Soal PPPK Tenaga Kesehatan 2022 dan Materi Seleksi Kompetensi CAT
Pun demikian ia menilai Junianto sebagai investor PSIS Semarang yang datang lagu pergi menjadi hal biasa terjadi.
“Ada investor masuk lalu mau keluar, itu sebenarnya bukan hal baru. Jadi sebenarnya tidak ada masalh. memang dinamikanya seperti itu.,” kata Yoyok Sukawi
“Beliau mungkin merasa kurang nyaman di PSIS. Ini begini, kalau sudah tidak mau yang tidak boleh dipaksa. Tapi kau masih mau monggo,” tegas Yoyok Sukawi. (Rizal/*)