Suara Denpasar - Sidang gugatan cerai antara Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi kembali digelar pada Rabu, 7 Desember 2022 kemarin.
Kali ini Dedi Mulyadi akhirnya kembali hadir setelah sebelumnya vakum lantaran harus menolong korban gempa di Cianjur Jawa Barat.
Sayang, sidang dengan agenda Duplik atau tanggapan tergugat atas materi gugatan cerai tersebut justru tak dihadiri oleh Ambu Anne.
Seusai sidang, Kang Dedi lantas memberikan sebuah keterangan yang cukup mengejutkan.
Ia menyadari bahwa gugatan yang dilayangkan oleh sang istri disinyalir merupakan sebab hasutan beberapa pihak tertentu yang kini dekat dengan Ambu Anne.
Beberapa pihak yang dimaksud Dedi Mulyadi itu di antaranya adalah orang-orang di dalam dan di luar pemerintahan termasuk sosok yang disebut guru spiritual Ambu Anne.
Anehnya, Dedi Mulyadi justru menolak menyebut guru spiritual Ambu Anne ini sebagai guru ngaji, lantaran amalan-amalan yang dilakukan.
"Saya tidak mau menyebut guru ngaji karena di situ bukan proses belajar mengaji, tapi proses belajar bertanya. Kalau dalam bahasa Sunda itu disebutnya pananyaan,” ungkap Kang Dedi kepada awak media seusai sidang.
Hal ini sekaligus meluruskan berita yang menyebutkan bahwa Ambu Anne belajar mengaji kepada Ketua PCNU Purwakarta.
Baca Juga: Menlu Rusia Curiga NATO Ancang-ancang Masuk ke Kawasan Asia-Pasifik
Menurut Kang Dedi, Ambu Anne kini memiliki tradisi baru untuk mengunjungi pananyaan.
"Embu itu ada tradisi baru sering ke panayaan sekarang itu,” bongkarnya.
Sosok misterius pananyaan itu sendiri diketahui salah satunya adalah tetangga Ambu Anne sendiri yang juga dikenal oleh Kang Dedi Mulyadi.
"Pananyaan itu kan embu tinggalnya di mana sih? Bukan di Purwakarta tapi di Cianjur, tetangga desanya, saya tahu kok. Nah kemudian yang lain-lain itu adalah pananyaan lain di Purwakarta ada beberapa, di Banten juga ada," tukas Kang Dedi.