Kata dia, sosok M ini adalah orang yang anti Kang Dedi Mulyadi. Kini, orang ini justru menjadi pembisik yang merupakan lingkaran 1 Ambu Anne Ratna Mustika. Bahkan, sosok M ini juga yang menjerumuskan Ambu Anne mengajak ke pananyaan.
“Di antara yang suka mendampinginya (Ambu Anne) berinisial M yang dulu sangat anti pada saya dan sekarang sangat dekat dengan embu dan sering ngajak embu ke pananyaan dan itu bukan tradisi kami,” papar Kang Dedi begitu keras.
Yang mengejutkan, sosok M ini sempat jadi timses dalam beberapa kali Pilkada. Yakni Pilkada 2008, 2013, dan 2018. Pilkada 2008 dan 2013 saat Kang Dedi mencalonkan diri jadi bupati Purwakarta. Sedangkan pada Pilkada 2018 adalah saat Ambu Anne dicalonkan jadi bupati Purwakarta.
Dalam tiga medio Pilkada Purwakarta, sosok M ini menjadi timses di calon lawan. Dan selalu kalah dari Kang Dedi Mulyadi.
"Dia punya dendam politik kepada saya karena selalu gagal dalam Pilkada Purwakarta,” kata Kang Dedi.
Dengan masuknya sosok M ke ring 1 Ambu Anne, Kang Dedi Mulyadi menduga orang ini memiliki kepentingan politik bahkan pelampiasan dendam politik dengan menjadikan Ambu Anne sebagai 'wayang' untuk menyerang Kang Dedi.
“Itu harus hati-hati," kata Kang Dedi mewanti-wanti kepada ibu dari Yudistira dan Nyi Hyang tersebut.
Kang Dedi yang sudah kenyang dalam perpolitikan mengingatkan kepada istrinya itu bahwa kekuasaan itu ada akhirnya. Bahkan, September 2023 mendatang akan berakhir jabatan Anne Ratna sebagai bupati Purwakarta.
Pada saat itu, orang di lingkar kekuasaan Ambu Anne saat itu kemungkinan akan bubar dan mencari figur alternatif yang bukan tidak mungkin malah jadi lawan Ambu Anne, bila Ambu Anne masih ingin mencalonkan diri sebagai calon bupati pada Pilkada Purwakarta 2024 mendatang.
"Hati-hati dalam politik,” tegas Kang Dedi mengingatkan istrinya yang tergolong masih polos dalam berpolitik. (*)