Suara Denpasar – Setiap orang punya cara dalam menyelesaikan atau mengangkat sebuah masalah. Ada yang sekadar mencari kebenarannya saja, ada yang mencarikan jalan keluarnya, dan sebagainya.
Kang Dedi Mulyadi sepertinya berbeda dengan yang dilakukan Denny Sumargo dan Uya Kuya, atau para presenter TV yang mengundang Yessy dan Ryan Dono setelah video viral bakar-bakar kartu undangan.
Apabila diperhatikan, Yessy dan Ryan Dono sempat muncul di acara Trans TV. Para presenter menggali masalahnya. Ketika masalah diungkapkan oleh masing-masing pihak, perselisihan tak berhenti. Makin menjadi-jadi.
Para netizen makin ramai. Menganalisis setiap jawaban dari kedua pihak. Yessy lah yang dianggap paling bersalah atas pembatalan pernikahan hanya tiga hari sebelum hari H. Tuduhannya keras: karena minta mahar sertifikat rumah.
Yessy dan Ryan Dono kemudian diajak podcast dengan Denny Sumargo. Densu menggali persoalan dari masing-masing pihak.
Yessy lebih dulu bicara dengan ibunya. Setelah selesai, giliran Ryan Dono yang hadir. Keduanya tidak mau dipertemukan.
Hanya versi kedua pihak yang muncul. Netizen kembali menganalisis jawaban-jawaban dari kedua pihak. Yessy tetap jadi pihak yang salah.
“Kalau ada masalah jangan ke media sosial. Ke Tuhan,” kata Densu ke Yessy dalam kanal Youtube Curhat Bang Denny Sumargo.
Tak berselang lama, Yessy datang ke podcast Uya Kuya Tv. Dia bersama ibunya. Bahkan, Yessy siap dihipnotis untuk membuktikan kebenaran atas ceritanya. Namun, Ryan Dono tidak jadi datang.
Kebetulan peristiwa itu ada di Purwakarta, Kang Dedi Mulyadi pun turun tangan. Dia masuk menggali persoalan keduanya. Diawali dengan datang ke rumah Ryan Dono.
Dia mengungkap siapa Ryan Dono, bagaimana rumahnya, dan keluarganya. Dia ajak Ryan Dono dan ibunya ke Pengadilan Agama Purwakarta, melihat sidang gugatan cerai yang dilayangkan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika atas Kang Dedi. Dia sambil menggali persoalan dari pihak ini sekaligus mencari jalan keluarnya.
Selesai dari satu pihak, Kang Dedi menggali dari pihak Yessy. Dia mengundang Yessy ke rumahnya. Yessy datang bersama sang ibunda. Dia gali, menyelami palung hatinya.
Akhirnya sampai pada keputusan mempertemukan keduanya di rumah Kang Dedi. Kang Dedi masih menggali keduanya. Dia ungkap sosok ibundanya, yang pintar bicara, terlihat dominasinya terhadap anak dan keluarga Yessy. Pertemuan pun terjadi, dia mencoba mendamaikan.
Tidak berhenti di sana, Kang Dedi menggali lebih dalam ke pihak Yessy. Dia datangi rumah Yessy di Perumahan Metro Cikopo, Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Purwakarta. Rumah yang sederhana, di sebuah kompleks perumahan yang jalannya masih bertanah, tidak diaspal atau dipaving.
Dia ungkap jati diri ayah dari Yessy. Wastoni, seorang anggota TNI AD aktif yang di rumahnya memelihara kambing, berjualan LPG hingga air galon.