Suara Denpasar - Skema pelatihan program Kartu Prakerja akan berubah pada 2023 mendatang. Jika sebelumnya pelatihan hanya dilakukan secara online, maka nanti akan dilakukan dengan skema normal.
Hal ini telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara “Program Prakerja Menjawab Tantangan Dunia Kerja” di Jakarta.
Dia mengatakan mulai triwulan I-2023 program pelatihan kartu prakerja akan dilakukan dengan skema normal yakni ada beberapa metode yang diterapkan.
Dengan skema normal metode pelatihan akan dilakukan secara online, offline, dan hybrid. Program ini berfokus untuk meningkatkan skill dan produktivitas kerja dengan ragam pelatihan mulai dari skilling, reskilling, dan upskilling.
Sehingga akan ada bantuan biaya pelatihan secara langsung dan insentif setelah peserta melakukan program pelatihan. Program ini akan ditargetkan kepada 1 juta penerima.
Menurutnya pemerintah saat ini sudah mulai mempersiapkan pelaksanaan program kartu prakerja dengan skema normal.
Melansir dari ANTARA, untuk mempersiapkan skema ini, pemerintah telah menetapkan perubahan kedua Perpres terkait Prakerja melalui Perpres RI nomor 113 Tahun 2022, serta perubahan pertaran Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai peraturan pelaksana melalui Permenko Nomor 17 Tahun 2022.
Pemerintah telah meluncurkan program ini sejak 20 April 2020 lalu yang tak lain untuk memperbaiki sisi penyediaan angkatan kerja.
Selain itu, program prakerja juga disediakan untuk meningkatkan keterampilan para pekerja agar nilai mereka meningkat di pasar tenaga kerja.
Baca Juga: Verrell Bramasta Syok Didatangi Cewek Asing: Katanya Dia Hamil Anakku
Di tahun 2022, program kartu prakerja telah menyalurkan Rp8,72 triliun yang menjangkau 3 persen penyandang disabilitas, 49 persen perempuan, 47,59 persen penerima dari lokus beberap kota dan kabupaten prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem.
Namun tentu saja untuk menjangkau skema normal pelatihan prakerja tetap menggunakan media digital. Karena tentu akan sulit bila tidak menggunakan teknologi AI untuk menjaring jutaan orang peserta.
“Jadi kalau tidak menggunakan digital, tidak menggunakan AI ini tidak bisa,” ujar Airlangga.(askara/*)