Suara Denpasar- Dedi Mulyadi mengaku salut dengan sikap seorang perempuan yang ditemuinya saat dalam sebuah kunjungan di perkampungan di wilayah Purwakarta.
Dalam kunjungan itu dia bertemu dengan seorang perempuan yang harus merawat suaminya karena sakit.
Kepada Kang Dedi Mulyadi perempuan ini mengatakan jika suaminya sudah sakit selama setahun terakhir ini.
Untuk biaya kebutuhan rumah tangga seperti bayar kontrakan juga diberikan orangtua, kadang juga mertua.
"Tapi sekarang mertua sudah meninggal," kata perempuan ini yang ditemui Kang Dedi Mulyadi seperti yang diungah di akun KDM Channel dikutip pada Rabu (28/12).
Kang Dedi Mulyadi juga salut dengan perempuan ini karena tetap setia merawat suaminya yang sedang sakit.
Selama setahun ini suaminya juga sudah tidak memberikan nafkah, bahkan rumahnya juga digadai ke tetangga untuk biaya perawatan suaminya.
Dengan segala kekurangan suaminya ini, si perempuan tetap setia mendampingi dan enggan untuk bercerai.
"Suaminya walaupun sakit tetap setia, walaupun tidak usaha tetap mendampingi, kenapa tidak digugat cerai? Kan suaminya tidak ngasih nafkah, kenapa tidak digugat cerai?" tanya Dedi Mulyadi kepada perempuan ini.
Baca Juga: Sah! Jokowi Resmi Lantik Laksamana TNI Muhammad Ali Sebagai KSAL
"Dulu waktu (sehat) usaha bikinin rumah, setelah sekarang sakit tetap setia, gak mau ceraikan suami," jawab perempuan itu.
Kang Dedi Mulyadi pun salut dengan sikap perempuan tersebut yang tetap setia mendampingi suami meskipun sakit dan tidak memberikan nafkah.
"Ternyata contoh itu ada di rakyat kecil ya," ungkap Dedi Mulyadi.
Seperti diketahui Dedi Mulyadi digugat cerai oleh istrinya Anne Ratna Mustika yang merupakan Bupati Purwakarta.
Gugatan perceraian dilayangkan Anne Ratna lantaran masalah Kang Dedi Mulyadi yang dianggap sudah tidak memberikan nafkah.
Gugatan perceraian itu kini masih bergulir di Pengadilan Agama Purwakarta. ***