Heboh!Amoeba Pemakan Otak Mulai Terdeteksi, Satu Korban Tewas, Waspada Ini Cara Penyebarannya

Suara Denpasar | Suara.com

Rabu, 28 Desember 2022 | 15:00 WIB
Heboh!Amoeba Pemakan Otak Mulai Terdeteksi, Satu Korban Tewas, Waspada Ini Cara Penyebarannya
Heboh! Amoeba Pemakan Otak Mulai Terdeteksi, Satu Korban Tewas, Waspada Ini Cara Penyebarannya (India Today)

Suara Denpasar - Kabar mengejutkan datang dari Korea Selatan, ‘amoeba pemakan otak’ telah menewaskan seorang pria.

Melansir dari Firstpost, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan bahwa korban berusia 50 tahun dikonfirmasi meninggal dunia setelah terinfeksi amoeba Naegleria Fowleri.

Ini sekaligus kasus amoeba pemakan otak pertama yang ditemukan di Korea Selatan. Dilaporkan bahwa pria tersebut baru saja kembali ke Korea Selatan setelah empat bulan tinggal di Thailand.

Awalnya korban menunjukkan gejala meningitis di hari kedatangannya ke Korea Selatan. Dia kemudian dirawat di rumah sakit dan meninggal pada 21 Desember 2022.

KDCA menyatakan penyebab kematiannya telah dikonfirmasi melalui pengujian genetik pada tiga infeksi berbeda yang menyebabkan Naegleria Fowleri. Tes menunjukkan tubuh pria tersebut 99,6 persen memiliki gen yang identik dengan yang ditemukan dari pasien meningitis di luar negeri.

Lalu apa itu ‘Amoeba pemakan otak’?

Dilansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, Naegleria fowleri  atau amoeba pemakan otak adalah organisme hidup bersel tunggal yang hanya dapat dilihat di bawah mikroskop.

Naegleria fowleri  biasanya ditemukan di air tawar yang hangat seperti danau, sungai, mata air panas,  serta tanah.

Menurut The Straits Times, amuba ini pertama kali ditemukan pada tahun 1937 di Virginia.

Bagaimana cara menginfeksi manusia?

Amoeba pemakan otak masuk melalui hidung kemudian begitu masuk ke otak ia mulai merusak jaringan dan menyebabkan Meningoencephalitis Amuba Primer (PAM).

Infeksi amoeba pemakan otak juga dapat terjadi jika orang menggunakan air keran yang terinfeksi untuk membersihkan hidung dan sinus mereka.

Meski jarang ditemukan, infeksi juga bisa muncul dari air di kolam renang, tempat bermain air, atau taman selancar yang tidak memiliki cukup klorin.

Kendati demikian menurut CDC, amoeba pemakan otak  tidak ditemukan di air asin seperti lautan. Selain itu, infeksi ini juga tidak dapat ditularkan dari satu manusia ke manusia lain. (*/DInda)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ngeri, Anak Meninggal Dunia Usai Terinfeksi Amuba Pemakan Otak di Kolam Renang

Ngeri, Anak Meninggal Dunia Usai Terinfeksi Amuba Pemakan Otak di Kolam Renang

Health | Rabu, 29 September 2021 | 11:09 WIB

Pengertian Vegetatif Alami

Pengertian Vegetatif Alami

Tekno | Kamis, 07 Januari 2021 | 06:53 WIB

Cara Perkembangbiakan Hewan dari Ovipar, Ovovivipar, hingga Membelah Diri

Cara Perkembangbiakan Hewan dari Ovipar, Ovovivipar, hingga Membelah Diri

Tekno | Kamis, 03 Desember 2020 | 15:00 WIB

Texas Cabut Peringatan Adanya Amuba Pemakan Otak

Texas Cabut Peringatan Adanya Amuba Pemakan Otak

News | Senin, 28 September 2020 | 10:01 WIB

Terkini

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

News | Sabtu, 25 April 2026 | 00:02 WIB

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:59 WIB

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:55 WIB

Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video

Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video

Banten | Jum'at, 24 April 2026 | 23:33 WIB

5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara

5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara

Banten | Jum'at, 24 April 2026 | 23:27 WIB

Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki

Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki

Jabar | Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB

Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor

Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor

Bogor | Jum'at, 24 April 2026 | 23:12 WIB

Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang

Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang

Banten | Jum'at, 24 April 2026 | 23:04 WIB

UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial

UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:00 WIB