Suara Denpasar – Jika ada anak yang paling berani terhadap anggota DPR RI, Dedi Mulyadi, mungkin salah satunya atauu satu-satunya adalah Egiansyah alias Egi. Bocah asal Bogor yang diambil sebagai anak asuh Kang Dedi Mulyadi itu ‘bengal’-nya bukan main. Bahkan dia tergolong anak yang hiperaktif. Kang Dedi juga kena bentak Egi gara-gara kasus gugatan cerai.
Memang, sudah cukup lama Kang Dedi Mulyadi tak mengunggah video dengan Egi. Sebagaimana diketahui, nama Egi mencuat dan viral karena dia menjadi korban bully (perundungan) dari orang dewasa.
Dia pernah dibanting ke lumpur, alat kelaminnya diolesi balsam, hingga dibonceng menggunakan sepeda motor tanpa dapat tempat duduk alias bergelayutan.
Video bullying ini membuat banyak warganet geram dan mendesak agar pelakunya diproses hukum. Namun, pihak keluarga akhirnya memilih jalan damai.
Kang Dedi Mulyadi yang mendapat laporan itu akhirnya turun tangan. Dia pun sempat melakukan video call dengan anak yang pintar bicara bak orang dewasa ini. Kang Dedi juga sempat mengundang ke rumahnya. Kemudian mancing bersama.
Ternyata Egi merupakan anak yatim. Ayahnya meninggal. Dia tinggal bersama ibu dan bapak tiri yang seorang pemulung barang bekas. Dia kelas 3 SD Gunungsari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, tapi belum lancar membaca.
Sejak itu, Kang Dedi Mulyadi dan Egi pun menjalin hubungan intens. Puncaknya adalah ketika Kang Dedi menawarkan agar Egi dijadikan anak asuhnya dan dimasukkan ke pondok pesantren di Cireok, Kecamatan Campaka, Purwakarta, serta masuk kelas 1 SD lagi.
Lama tak bertemu, Kang Dedi pun mendatangi pondok pesantren tempat Egi dan beberapa anak asuh Kang Dedi Mulyadi dididik di sana. Dia ingin menemui anak asuhnya karena libur semester ganjil atau semester I.
Saat keluar dari mobil, Egi langsung mengejarnya dan mencium tangan. Diikuti Caswara, anak asuhnya yang lain.
Saat bertemu, Kang Dedi pun menanyakan ke Egi kok pakai peci yang ukurannya besar. Padahal dia sudah memberikan dua peci untuk Egi. Dia menjawab peci miliknya ada di kamar pondok.
Dia pun sempat menggoda Egi mengapa kepalanya makin gepeng. Si Egi menjawab tidak tahu. Kemudian dia bertanya apakah dari keluarga di Bogor sudah ada yang menjemput. Egi mengatakan tidak ada yang menjemputnya.
Di tengah pertanyaan itu, justru Egi malah yang membalik seperti hakim atau jaksa terhadap terdakwa. Dia menginterogasi Kang Dedi Mulyadi.
Egi bertanya dengan gaya membentak Kang Dedi Mulyadi soal gugatan cerai. Diketahui, Kang Dedi saat ini digugat cerai istrinya, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika.
Sekadar diketahui, gaya bicara Egi memang kerap dengan intonasi tinggi. Kang Dedi tak mempersoalkan. Dia memaklumi anak hiperaktif ini yang gayanya seperti orang dewasa ini.
"Bapak ges cerai, nyah? (bapak sudah cerai, ya?, red)" tanya Egi sambil menudingkan telunjuknya ke Kang Dedi seperti penyidik, yang tayang di kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, 25 Desember 2022.
"Aing ulah ngomong nu kitu (jangan membicarakan hal itu)," kata Dedi Mulyadi sambil tertawa, lantas melanjutkan, “Cek saha eta teh? (kata siapa itu?)"
"Cek ti sorangan (kata saya sendiri)," ucap Egi begitu cueknya.
"Wah! Teu meunang ngomong gossip (wah, tidak boleh bicara gosip)," ungkap Dedi Mulyadi.
Egi tetap cuek. Kang Dedi segera menguasai keadaan. Dia menanyakan rapor Egi. Juga bertanya bagaimana sekolahnya.
"Alhamdulillah," kata Egi tegas kemudian lari menemui ustaznya untuk meminta rapor.
Setelah itu dia kembali menemui Kang Dedi. Dia ditanya Kang Dedi mau pulang ke mana. Dia menjawab ke Bogor. Kang Dedi meminta pulang ke Lembur Pakuan saja. Egi tak menolak.
Egi pun tampak manja, bahkan memeluk Kang Dedi dari belakang sambil mengucap kangen. Hanya Egi yang berani begitu kepada mantan bupati Purwakarta dua periode ini. Anak asuhnya yang lain tidak ada yang berani melakukan seperti itu.
Meski demikian, Kang Dedi Mulyadi tak memanjakan Egi sepenuhnya. Dia tetap menunjukkan sikap tegas kepada Egi dalam beberapa hal. Walau dalam hal lain dia mencoba bijaksana terhadap anak yang hiperaktif ini. (*)