“Dua belas kali nanya,” kata sang kru lantas tertawa.
Lantas, Cirebon itu Jawa atau Sunda?
Sejarah Kerajaan Sunda dan Majapahit
Untuk memastikan apakah Cirebon masuk Jawa atau Sunda, tentu harus merujuk ke sejarah. Jika ditarik ke belakang, Tom Pires, seorang penjelajah dari Portugis pernah menulis Suma Oriental pada 1512-1515.
Dalam buku yang sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, itu disebutkan bahwa batas Kerajaan Sunda adalah Sungai Chi Manuk atau Cimanuk yang berhulu di Garut dan hilirnya ada di Indramayu. Di sini ada juga Pelabuhan Cimanuk.
Tom Pires menyebut, Kerajaan Sunda memiliki beberapa pelabuhan. Selain Pelabuhan Banten, Tangerang, dan Sunda Kelapa, dan lainnya, juga memiliki Pelabuhan Cimanuk.
“River of Chi Manuk is the limit of both kingdoms (sungai Chi Manuk adalah batas kedua kerajaan),” tulis Tom Pires dalam Suma Oriental, (McGill University Library, 1944).
Dua kerajaan yang dimaksud Tom Pires adalah Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda.
Maka, jangan heran Cirebon yang berada di timur Sungai Cimanuk, sebetulnya menjadi bagian dari Majapahit. Konon, dari 12 provinsi Majapahit, salah satunya ada di Indramayu yang bernama Pawanukan.
Baca Juga: Ternyata Artis Luna Maya Keturunan Wong Cirebon, Ngapak seperti Iis Dahlia Dong?
Maka menjadi mungkin bahwa penduduk di wilayah Indramayu, Cirebon dan sekitarnya di Jawa Barat, masih terpengaruh bahasa Jawa. Di Indramayu malah hanya ada 5 desa yang berbahasa Sunda. Namun, bahasa Jawa-nya di wilayah ini terpengaruh bahasa Sunda dan bahasa lain karena berada di pesisir dan berbatasan dengan wilayah Sunda.
Cirebon dan Indramayu juga memiliki kemiripan bahasa dengan beberapa penduduk wilayah di Jawa Tengah bagian barat, seperti Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas dan Purwokerto. Yang biasa disebut dengan bahasa Jawa ngapak. Walau dalam beberapa kosakata ada yang berbeda.
Dalam perkembangannya, Cirebon juga menjadi Kerajaan atau Kesultanan Cirebon hingga massa Mataram Islam di Jawa. Salah satu yang terkenal dalam sejarah Cirebon adalah Sunan Gunung Jati, seorang Wali Sanga yang menyebarkan Islam di wilayah itu.
Namun, yang menarik dalam Sensus Penduduk 2010, ternyata Cirebon dibuatkan kolom sendiri sebagai suku bangsa tersendiri. Pada sensus penduduk 2010 Suku Cirebon berjumlah 1.877.514 jiwa, dengan 961.406 laki-laki dan 916.108 perempuan.
Jadi, Cirebon itu Jawa atau Sunda? Begitu tanya Luna Maya yang punya leluhur dari Cirebon ini.
"Aku juga percaya (Cirebon itu) Jawa sih. Bagaimana kalau kita yakini saja Cirebon itu Jawa," kata Luna Maya sambil makan di restoran. (*)