Mereka menganggap bahwa hal tersebut adalah pelanggaran terhadap kebebasan beragama.
Setelah TST berhasil menyita perhatian internasional karena advokasi yang dilakukan, Gereja Setan menyatakan kelompok itu adalah kelompok aktivis yang menggunakan bahasa berbau skandal untuk mendapatkan perhatian pers. (*/Dinda)