Kasus Flu Burung Terjang Jepang, Harga Telur Ayam Kian Mahal

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 12 Januari 2023 | 13:56 WIB
Kasus Flu Burung Terjang Jepang, Harga Telur Ayam Kian Mahal
Pekerja menurunkan bangkai burung bangau abu-abu dari perahu sampan yang mati akibat wabah flu burung di Lembah Hula, Israel, pada (26/12/2021). [JALAA MAREY / AFP]

Suara.com - Jepang sedang dilanda wabah flu burung usai 10 juta unggas di negara tersebut dimusnahkan secara massal. Kondisi ini membuat harga telur terbang tinggi di negara tersebut.

Mengutip CNN, Kamis (12/1/2023) Kementerian Pertanian Jepang mengatakan 9,98 juta hewan telah dibunuh musim ini, melampaui rekor sebelumnya 9,87 juta yang disembelih pada tahun fiskal 2020, selama krisis flu burung sebelumnya.

"Pemusnahan terbaru sebagian besar termasuk ayam, serta sejumlah kecil bebek dan burung unta," kata seorang pejabat kementerian kepada CNN pada hari Rabu.

Federasi Nasional Asosiasi Koperasi Pertanian, yang dikenal sebagai Zen-Noh, memberikan penghitungan yang lebih tinggi, mengatakan sekitar 10,9 juta burung telah terbunuh pada Selasa malam.

"Pasokan telur ayam diperkirakan akan berkurang karena wabah baru-baru ini. Harga pasar diperkirakan akan melonjak," kata lembaga Zen-Noh.

Penyebaran flu burung telah mendorong harga telur di seluruh dunia dalam beberapa bulan terakhir.

Di Amerika Serikat, harga telur jauh melampaui kenaikan harga barang kebutuhan sehari-hari lainnya sepanjang tahun hingga November, karena virus tersebut mengurangi jumlah unggas di sana.

"Tahun ini, pasokan telur AS akan tetap terbatas selama kuartal pertama, meskipun ternak diharapkan mulai terisi kembali lebih cepat karena risiko flu burung dapat diatasi," menurut laporan prospek 2023 oleh Rabobank.

Di Jepang, harga grosir telur mencapai rekor tertinggi bulan lalu karena pengiriman turun, menurut lembaga penyiaran publik NHK. Biaya pakan yang lebih tinggi untuk ayam dan flu burung memperburuk prospek.

baca juga

Di Jepang, situasinya mungkin tidak akan membaik dalam waktu dekat setelah peredaran virus mencapai titik tertinggi sepanjang masa.

Pada hari Selasa, kementerian pertanian mengatakan telah mengkonfirmasi kasus baru penyakit tersebut di sebuah peternakan di prefektur Hiroshima, yang menampung sekitar 835.000 ayam. Itu membuat jumlah keseluruhan wabah di seluruh negeri menjadi 58, melampaui rekor 52 yang tercatat selama musim 2020.

Setidaknya 23 prefektur Jepang sekarang terpengaruh oleh masalah ini, naik dari 18 prefektur pada tahun 2020, yang merupakan rekor tertinggi sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Orang di Tulungagung Meninggal Dunia Gegara Wabah Leptospirosis

Tiga Orang di Tulungagung Meninggal Dunia Gegara Wabah Leptospirosis

News | Rabu, 11 Januari 2023 | 00:20 WIB

Jepang Mulai Penelitian untuk Mengubah Salju Jadi Sumber Tenaga Listrik

Jepang Mulai Penelitian untuk Mengubah Salju Jadi Sumber Tenaga Listrik

Tekno | Selasa, 10 Januari 2023 | 16:00 WIB

Tas Mungil Bunga Citra Lestari Saat Liburan ke Jepang Jadi Sorotan, Harganya Cukup Untuk DP Mobil!

Tas Mungil Bunga Citra Lestari Saat Liburan ke Jepang Jadi Sorotan, Harganya Cukup Untuk DP Mobil!

Lifestyle | Selasa, 10 Januari 2023 | 15:27 WIB

Terkini

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Riau | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

The Lost Horizon

The Lost Horizon

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:31 WIB

×