Suara Denpasar - Pemilihan Wakil Ketua Umum PSSI sempat diulang. Ternyata hal tersebut atas permintaan eks Ketua PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.
Direktur Keuangan Persiba Balikpapan Togar Simanjuntak mengatakan awalnya ada voter yang tidak menerima hasil pemilihan Waketum PSSI sebelumnya.
Kemudian, Iwan Bule meminta agar proses pemungutan suara Waketum tersebut diulang.
Dia mengatakan Kongres Luar Biasa PSSI ini diselamatkan oleh Iwan Bule.
"Dengan wibawanya, Pak Iwan Bule meminta agar dilakukan penghitungan ulang," katanya dikutip dari Antara, Kamis 16 Februari 2023.
Hasil pemilihan awal, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, dan Sekretaris Jenderal PSSI 2021-2023 Yunus Nusi terpilih sebagai wakil ketua umum PSSI 2023-2027.
Zainudin Amali saat itu mendapatkan 66 suara dan Yunus Nusi mendapatkan 63 suara.
Kemudian, Sekjen PSSI 2017-2020 Ratu Tisha Destria gagal menjadi wakil ketua umum karena hanya meraih 41 suara.
Togar menduga ada kecurangan karena ada dua suara untuk Ratu Tisha yang tidak masuk hitungan.
Baca Juga: Pro Kontra Jastip Dikenai Pajak Karena Rugikan Negara, Ini Aturannya
Suara tersebut berasal dari Ahmad Syauqi Suratno dan Ahmad Riyadh.
Sejumlah pihak kemudian mendesark Komite Pemilihan (KP) PSSI diganti. Iwan Bule menolak hal tersebut dan memutuskan diadakan pemungutan ulang.
"Kami para voter itu marah kepada Exco (Komite Eksekutif) yang lama itu. Mereka mengkhianati Pak Iwan Bule dan sekarang mau mengkhianati semua peserta kongres. Kami protes sangat keras, kok bisa nama yang sudah ditusuk tidak dihitung," tutur Togar.
PSSI belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kisruh pemilihan wakil ketua umum tersebut.
Akan tetapi Media Officer PSSI Bandung Saputra memastikan kepada pewarta bahwa pemilihan wakil ketua umum PSSI 2023-2027 tersebut memang diulang.