"Karena sebenarnya mereka hanya ingin ketemu dan pergi bareng aja waktu itu, dan pada saat itu AGH juga baru ingat bahwa kartu pelajar D masih ada di dia," lanjutnya.
"Sehingga, akhirnya MDS menyuruh AGH untuk mengechat D terkait posisi dia sedang berada dimana, dan apakah memungkinkan untuk bertemu untuk mengembalikan kartu pelajar tersebut," lanjutnya.
"MDS juga menyuruh AGH untuk berbohong bahwa AGH sedang bersama dengan kakaknya," ujarnya.
Kemudian terjadilah sekenario kebohongan yang dipaksa oleh Mario kepada AGH tentang hal tersebut.
"AGH di sini merasa tidak nyaman jika MDS harus bertemu dengan D dengan kondisi seperti itu," ujarnya melanjutkan.
"MDS sudah memiliki perbincangan sendiri dengan temannya yang berinisial S," lanjutnya.
"Jadi, S ini berkata kepada MDS 'wah parah sih, kalau gua jadi lu gua gaterima, pukulin aja, parah tuh,". lanjutnya.
"Ketika AGH bertemu dengan S, tidak ada pembicaraan terkait itu, mereka hanya berkenalan biasa," lanjutnya.
Kaka AGH mengklaim bahwa AGH tidak tahu menahu tentang rencana penganiayaan David, yang ia tahu adalah hanya ingin mengembalikan kartu pelajar saja. (*/Ana AP)