Suara Denpasar - Pemilik artshop di Pasar Desa Adat Bualu, Nusa Dua, Kuta Selatan, Bali, menangis usai ia dihipnotis oleh orang asing. Uang jutaan rupiah amblas dibawa kabur pelaku yang diduga warga negara asing (WNA), pada Kamis, (9/3/2023).
Tidak main-main, dalam melakukan aksinya pelaku menyasar dua pemilik artshop sekaligus. Korban pertama atas nama Nyoman Dewi Indrawati (51) dan korban kedua atas nama Ni Made Murtini (44). Keduanya berasal dari Desa Adat Bualu, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali.
Berdasarkan keterangan saksi, Wayan Astuti (46) dan Ni Made Narti, pelaku berkulit hitam seperti orang India. Pelaku berjumlah 3 orang, terdiri dari suami istri dan seorang anak. Pelaku mengendarai mobil Xpander Cross warna putih tanpa plat atau nomor polisi.
Saksi menceritakan bahwa pelaku masuk ke toko Wayan Astuti (Korban 1) sekitar pukul 18.59 Wita. Pelaku menghipnotis korban dengan menatap mata korban dan menepuk bahu. Dari Wayan Astuti (Korban 1) pelaku mengambil uang sebanyak Rp. 1.100.000 (satu juta seratus ribu).
Pelaku kemudian masuk ke toko Ni Made Narti (korban 2) yang bersebelahan dengan korban 1. Di sini pelaku berpura-pura menukar uang dolar. Pelaku kemudian menghinoptis dengan menepuk bahu korban.
Setelah terhipnotis pelaku kemudian meminta dompet korban yang berisikan uang 200 Euro (setara Rp 3.297.520) dan 30 USD (setara Rp 450.000) dan uang 1 juta rupiah. Dari Made Narti (korban 2), pelaku membawa uang kurang lebih Rp5 juta.
Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Nyoman Karang Adiputra mengatakan sampai saat ini korban belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Namun pihaknya bergerak berdasarkan video viral yang pihaknya terima.
Sebelumnya beredar video seorang pedagang sedang menangis histeris. Dalam video tersebut diberi keterangan bahwa pedagang tersebut telah hipnotis oleh orang asing.
"Iya betul telah terjadi hipnotis oleh orang asing kepada dua pemilik artshop. Sampai saat ini kita belum mendapat laporan langsung dari korban. Tim sudah turun berdasarkan petunjuk dari video yang kami terima," kata Nyoman Karang Adiputra kepada denpasar.suara.com, Jum'at (10/3/2023) malam.
Baca Juga: Aktivis Niluh Djelantik Gemas, Kelakuan WNA di Bali Makin Liar
"Semua keterangan itu kita dapatkan di lokasi kejadian. Saat ini sedang kita dalami kasus tersebut, pungkasnya. (*/Aryo)