Pegiat Bahasa Sunda Angkat Suara, Tanggapi Isu Pemecatan Guru Usai Kritik Ridwan Kamil

Suara Denpasar | Suara.com

Kamis, 16 Maret 2023 | 16:10 WIB
Pegiat Bahasa Sunda Angkat Suara, Tanggapi Isu Pemecatan Guru Usai Kritik Ridwan Kamil
Pegiat Bahasa Sunda Angkat Suara, Tanggapi Isu Pemecatan Guru Usai Kritik Ridwan Kamil (Twitter Ridwan Kamil)

Suara Denpasar - Belum lama ini Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendapat sorotan tajam usai keriuhan soal pemecatan guru hononer asal Cirebon.

Ridwan Kamil dinilai publik anti kritik. Terutama, usai menanggapi pertanyaan kritis seorang guru honorer di Cirebon. 

Mulanya, seorang guru honorer di Cirebon itu mengomentari unggahan Ridwan Kamil.

Namun komentar tersebut, dinilai Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, bukanlah sebuah pertanyaan kritis. 

Ridwan Kamil kemudian memberi klarifikasi dan menjelaskan bahwa komentar yang dipakai guru honorer itu bernuansa kasar, tidak layak digunakan pada seorang pemimpin. 

Menanggapi hal tersebut, Rizki Sanjaya, seorang pegiat Bahasa Sunda berupaya menguraikan duduk persoalan bahasa yang menjadi pemicu keriuhan belakangan. 

"Pada dasarnya setiap bahasa memiliki ragamnya tersendiri. Khusus dalam bahasa Sunda, setiap tempat memiliki dialek maupun ragam bahasa yang dipengaruhi banyak hal. Bisa karena hidup di pegunungan, pantai, pedesaan, atau perkotaan," kata Rizki Sanjaya, saat dihubungi Tim Suara Denpasar, Kamis, (16/3/2023). 

"Sebagai komunikan, kita tidak bisa menyalahkan gaya bahasa seseorang. Terlebih jika orang tersebut berasal dari wilayah yang berbeda," katanya lagi. 

Lebih lanjut, Rizki Sanjaya juga menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Sabil, selaku guru honorer tersebut, bukan merupakan suatu soal.

Namun murni pertanyaan biasa yang ditujukan warga pada pimpinannya. 

"Dari pertanyaan yang diajukan Sabil, saya tidak melihat ada kritik maupun tendensius yang mendesak. Murni bersifat pertanyaan dari warga biasa, kepada pemimpinnya," ungkapnya. 

Kemudian ia menjelaskan pula perihal keragaman dialek bahasa Sunda, terutama yang ada di wilayah pesisir, tentunya berbeda dengan yang biasa digunakan di wilayah pegunungan, seperti misalnya Bandung. 

"Dialek bahasa Sunda di Cirebon cukup unik. Cirebon identik dengan wilayah pelabuhan, dekat pantai utara, berbatasan dengan Jawa Tengah, dan memiliki budaya keraton yang mengakar," pungkasnya. 

Sebagai informasi tambahan, belakangan diketahui bahwa seorang guru di Cirebon itu bernama Muhammad Sabil Fadhilah.

Ia merupakan guru SMK Telkom Sekar Kemuning, Kota Cirebon, Jawa Barat. (*/Ana AP) 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sosok Sabil Fadhilah, Guru SMK yang Dipecat Usai Kritik Ridwan Kamil Ternyata Pernah Dapat SP 2

Sosok Sabil Fadhilah, Guru SMK yang Dipecat Usai Kritik Ridwan Kamil Ternyata Pernah Dapat SP 2

News | Kamis, 16 Maret 2023 | 14:45 WIB

Sebelum Dipecat Gegara Sebut 'Maneh' ke Ridwan Kamil, Guru SMK Telkom Cirebon Akui Sudah Kantongi SP 2

Sebelum Dipecat Gegara Sebut 'Maneh' ke Ridwan Kamil, Guru SMK Telkom Cirebon Akui Sudah Kantongi SP 2

News | Kamis, 16 Maret 2023 | 14:25 WIB

Terkini

Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor

Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor

Jabar | Jum'at, 08 Mei 2026 | 00:59 WIB

Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!

Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!

Bogor | Jum'at, 08 Mei 2026 | 00:12 WIB

Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden

Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden

Sumsel | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:47 WIB

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak

Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak

Sumsel | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:35 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai

Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai

Kalbar | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:23 WIB

Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan

Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan

Sumsel | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:49 WIB

Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta

Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39 WIB