Selama dalam keadaan haid, wanita masih diperbolehkan untuk berdoa. Doa merupakan salah satu ibadah yang bisa dilakukan secara universal yang bisa dilafalkan oleh siapa saja bahkan dengan berbagai bahasa termasuk oleh wanita haid atau nifas.
Akar kata doa datang dari da‘â-yad‘û-du‘â yang berarti berseru atau memanggil.
Doa lebih dari sekedar meminta tapi mengandung ikhtiar untuk mendekatkan diri pada Allah. Berdoa bisa juga disebut dengan bermunajat.
Berkaitan dengan larangan ibadah wanita haid yang menyebut tak boleh menyentuh dan membawa mushaf, sebagian ulama menyebut membaca Al Quran tanpa menyentuhnya dengan niat dzikir dan mempelajarinya merupakan hal yang masih bisa diperbolehkan.
Mencari Ilmu
Mencari ilmu merupakan salah satu amalan saat haid di bulan Ramadhan yang bisa dilakukan. Mencari ilmu merupakan amalan penuh pahala bagi wanita saat haid.
“Belajarlah ilmu, sesungguhnya belajar ilmu kerana Allah adalah suatu bentuk ketakwaan. Mencari ilmu adalah ibadah, menelaahnya adalah tasbih, dan mengkajinya adalah jihad.” (HR Ad-Dailami)
Aktivitas mencari ilmu tidak ada batasan dengan kondisi, usia, dan waktu. Belajar dan mencari ilmu dalam hal tersebut berlaku untuk seluruh ilmu pengetahuan, baik keagamaan maupun pengetahuan umum.
Bersedekah
Bersedekah merupakan amalan yang bisa dilakukan wanita ketika dalam masa haid di bulan Ramadhan. Bersedekah merupakan amalan yang mudah namun pahalanya cukup besar.
Mengamalkan sedekah bisa di lakukan dengan berbagai cara. Mulai dari santunan kepada fakir miskin, memberi anak yatim hingga hanya menebar senyuman kebaikan.
Mendengarkan Tausiyah
Amalan saat haid di bulan Ramadan selanjutnya yang bisa diamalkan wanita adalah mendengarkan tausiyah.
Melalui televisi, radio, atau media sosial wanita sudah bisa mendengarkan tausiyah. Dengan mendengarkan tausiyah dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.