Teman-temannya tanya bagaimana memiliki saham PT Citramarga. Dengan meyakinkan, Jusuf menjawab mantap bahwa itu hal yang gampang.
“Saya minta siapkan saja dananya. Saya bikin asing ini keluar barangnya,” papar dia.
Sebagai Dirut, pernyataan-pernyataannya cepat direaksi pasar. Maka dia memanfaatkan pernyataannya untuk menendang modal asing di PT Citramarga.
Kala itu dia menyebut akan membeli sesuatu atau barang. Dengan car aitu, maka pemilik saham dari asing ketakutan.
“Kebenaran saya nggak sekolah tinggi. Jadi saya main seruduk saja. Kalau saya ikuti aturan, saya gak berani (bicara yang sifatnya strategis), karena kalau ikuti aturan gak boleh (bicara begitu),” terangnya.
Waktu itu, dia menyatakan ingin membeli Bank Century yang sedang bermasalah. Pernyataannya itu langsung direaksi para pemilik saham dari asing.
“Itu semua asing tidak setuju. Dia lepas barang (saham) itu semua. Akhirnya teman-teman saya beli semua. Akhirnya sekarang pemiliknya orang Indonesia asli semua. Jadi Citramarga ini udah gak ada asing,” papar Jusuf disambut tepuk tangan.
Bahkan, pria yang kerap dipanggil Babah Alun ini mengatakan, kini kepemilikan saham mayoritas Citramarga ada pada tangannya. Jusuf memiliki 80 persen saham Citramarga. Itu yang membuatnya makin kaya dan dikenal sebagai bos jalan tol.
Bagaimana tidak, untuk satu ruas jalan tol di dalam kota saja, dia bisa meraup omzet Rp5,4 miliar per hari. Apalagi, Citramarga memiliki 7 ruas jalan tol, pada tahun 2022 lalu saja diproyeksikan untuk meraih pendapatan sebesar Rp8 triliun. (*)