MENOHOK, Gendo Sebut Pak Yan Koster Gubernur Jago Ngeles dan Konyol

Suara Denpasar | Suara.com

Jum'at, 31 Maret 2023 | 11:55 WIB
MENOHOK, Gendo Sebut Pak Yan Koster Gubernur Jago Ngeles dan Konyol
I Wayan Gendo Suardana dan Gubernur Bali, Wayan Koster

Suara Denpasar - Banyak yang kecewa dengan batalnya perhelatan piala dunia U20 di Bali. Hal ini menyusul penolakan beberapa kepala daerah dan ormas terkait kehadiran tim sepakbola Israel. Salah satu kepala daerah yang menolak kehadiran tim Israel adalah Wayan Koster.

Menanggapi polemik akibat penolakan dari Pak Yan Koster, panggilan akrab Gubernur Bali tersebut. Aktivis  I Wayan Gendo Suardana angkat bicara. Melihat rilis resmi Gubernur Bali.

Ada beberapa  point argumentasi yang digunakan Pak Yan Koster sebagai dasar pembenaran atas keputusan politiknya menolak kehadiran Timnas Israel U20 yang berakibat batalnya perhelatan piala dunia U20 di Indonesia dan Bali sebagai salah satu tuan rumah.

Pernyataan Koster tersebut tak lebih dari sekadar pembenaran. "Sebetulnya semakin menunjukan kekonyolan keputusan politiknya. Semakin gubernur banyak melakukan pembenaran maka semakin terlihat kedangkalan dari kemampuan politik Gubernur Bali," katanya.

Berikut beberapa poin argumen Pak Yan Koster yang sangat gampang dibantah versi Gendo:

1.  Alasan yang dikemukan Koster menolak kehadiran  Timnas Israel U 20, adalah (a). Alasan konstitusi karena Indonesia anti penjajahan, (b). Alasan kemanusiaan karena Israel yang menjajah  Palestina puluhan tahun , (c) Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel.

"Heroiknya di dalam argumentasinya ini dibumbui dengan mengaet nama besar Bung Karno, namun demikian sangat gampang saya bantah sebagai berikut," sebut Gendo. Jika hal itu dijadikan alasan penolakan Israel, maka pertanyaannya: bukankah hal itu sudah sedari lama dianut dan jadi garis politik negara kita jauh sebelum Koster menjabat sebagai Gubernur Bali?
Jika benar alasannya demikian maka seharusnya Koster sebagai Gubernur Bali tidak mengajukan diri sebagai penyelenggara Piala Dunia U-20, karena Koster seharusnya tahu bahwa ada Timnas Israel ikut serta di dalam kualifikasinya, atau setidak-tidaknya Koster akan mengajukan syarat; bersedia sebagai penyelenggara dengan syarat Israel tidak ikut. Seharusnya dari awal sikapnya begitu sebagai konsekuensi logis dari alasan yang dia sampaikan.

Kenyataannya, toh Koster tetap mengajukan diri sebagai penyelenggaran, bahkan menjadi venue drawing dengan dana APBD untuk perbaikan art center. Dan setelah tahu Israel lolos di Juni 2022 pun Koster tetap menyatakan bersedia menjadi tuan rumah bahkan ada klaim semua hal itu berkat kerja keras Koster.

Artinya tidak ada satupun alasan politik luar negeri yang dikemukan Koster dari awal. Dia seperti bersiap menerima piala dunia dengan Timnas Israel sebagai salah satu pesertanya.

2. Alasan terkait dengan isu keamanan. 

Alasan ini juga terkesan mengada -ada karena pihak kepolisian telah menyatakan di media massa bahwa sampai saat ini tidak ada masalah keamanan dan potensi gangguan keamanan. 
Jikapun ada masalah keamanan, seharusnya tiu adalah menjadi tuhas dari lembaga keamanan negara baik TNI maupun Polri.

Logika sederhananya, jika Presiden Jokowi optimis dengan penyelenggaraan ini apakah alasan keamanan yang dijadikan alasan oleh Koster masuk akal? Lebih jago mana terkait isu keamanan Presiden Jokowi sebagai Komando tertinggi TNI dan Polri serta lembaga Intelijen dibanding hanya seorang Koster sebagai Gubernur Bali?

Kalau alasan Koster dia tidak mau pariwisata terganggu akibat gangguan keamanan, sedangkan di sisi lain Presiden Jokowi  mengamini perhelatan ini, bukankah itu sama saja seperti menuding Presiden Jokowi tidak sayang pariwisata Bali.

Terkait harapan dia agar FIFA berlaku adil dengan mencoret Timnas Israel seperti FIFA mencoret Timnas Rusia adalah ide yang menarik. Tetapi sekali lagi, sebelum meminta FIFA adil, semestinya Koster instrospeksi diri. Sudah tahu Timnas Israel lolos, tapi kenapa masih bertahan mau jadi tuan rumah? Kenapa tuntut. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Resmi Ajukan Proposal ke FIFA, Argentina Siap Gantikan Indonesia jadi Host Piala Dunia U20

Resmi Ajukan Proposal ke FIFA, Argentina Siap Gantikan Indonesia jadi Host Piala Dunia U20

| Jum'at, 31 Maret 2023 | 11:32 WIB

Muncul Ajakan Turun Ke Jalan Terkait Piala Dunia U-20, Warganet: Nggak Ada gunanya

Muncul Ajakan Turun Ke Jalan Terkait Piala Dunia U-20, Warganet: Nggak Ada gunanya

| Jum'at, 31 Maret 2023 | 11:30 WIB

Bicara Sanksi FIFA Usai Indonesia Dicoret Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Begini Kata Presiden Jokowi

Bicara Sanksi FIFA Usai Indonesia Dicoret Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Begini Kata Presiden Jokowi

| Jum'at, 31 Maret 2023 | 11:24 WIB

Terkini

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:03 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi

Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:00 WIB

Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN

Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:00 WIB

Saat Rupiah Melemah, Apakah Side Hustle Jadi Jawaban Keresahan Finansial?

Saat Rupiah Melemah, Apakah Side Hustle Jadi Jawaban Keresahan Finansial?

Your Say | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:00 WIB

Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak

Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:53 WIB

Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun

Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:49 WIB

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:48 WIB

Apakah Oat Milk Lebih Sehat dari Susu Sapi? Ketahui Dulu Hal Ini

Apakah Oat Milk Lebih Sehat dari Susu Sapi? Ketahui Dulu Hal Ini

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:46 WIB

Kapan Batas Akhir Penyembelihan Hewan Kurban? Ini Penjelasan Menurut Syariat

Kapan Batas Akhir Penyembelihan Hewan Kurban? Ini Penjelasan Menurut Syariat

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:41 WIB