Suara Denpasar - Sejak dilantik jadi gubernur Jawa Tengah pada tahun 2013, tahun ini Ganjar Pranowo sudah memasuki 10 tahun masa jabatannya tersebut. Hal itu dapat diartikan bahwa masa akhir jabatannya sebagai gubernur semakin dekat.
Dilansir dari humas Jateng, Ganjar Pranowo, menyampaikan bahwa selama memimpin Jawa Tengah, ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) semakin membaik setiap harinya.
Menurut Gubernur Jawa Tengah tersebut, para ASN kini semakin tulus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa meminta atau menerima imbalan yang melanggar aturan.
"Ini tahun kesepuluh saya di Jawa Tengah, rasanya makin hari makin baik dan mereka makin pede untuk tidak menerima gratifikasi. Jadi mereka sudah biasa mengatakan tidak, terima kasih, tugas kami hanya melayani," ucap Ganjar Pranowo dikutip Suara Denpasar dari humas.jatengprov.go.id, Minggu (16/4/2023).
"Itu adalah sebuah nilai yang sangat penting. Saya senang kawan-kawan selalu melakukan inovasi termasuk inovasi dalam pelayanan publik," lanjutnya
Tak hanya itu, Ganjar Pranowo juga menyampaikan perasaan senangnya kepada seluruh ASN Jateng yang selalu mengedepankan inovasi-inovasi terbaru dalam melakukan pelayanan publik.
Namun begitu, Gubernur Jawa Tengah tersebut juga berpesan saat melantik 866 pejabat fungsional pada, Jumat(14/4/2023). Agar mereka bekerja penuh dedikasi dan integritas.
"Kami harapkan kawan-kawan ini sebagai "bemper" kami yang berada di paling depan. Untuk bisa melayani dengan mudah, murah, cepat," ucap Ganjar Pranowo usai pelantikan di Gedung Gradhika Bhakti Praja.
Maka ini, anak-anak (pegawai baru) saya minta untuk belajar senyum. Insyaallah masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang baik," lanjutnya
Baca Juga: Cek Fakta: Tinggalkan Persib Bandung, Luis Milla Kembali ke Timnas Indonesia Gantikan Shin Tae Yong?
Tak sampai disini, dalam pelantikan tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali mengingatkan bahkan mengancam tegas kepada para ASN (Aparatur Sipil Negara) agar selalu menjunjung tinggi sesuai pakta integritas yang mereka tandatangani.
Pakta yang dimaksud tersebut adalah selain memuat keharusan berintegritas, juga berisi kewajiban bagi para ASN untuk setia kepada NKRI, Undang-undang Dasar 45, dan juga Pancasila.
"Saya ingatkan kalau kamu tidak setuju silahkan check out, kalau setuju silahkan kembangkan prestasimu. Kalau itu nanti saya temukan, maka akan saya ambil tindakan," pungkas Gubernur Jawa Tengah tersebut
"Lalu tidak KKN, tidak korupsi, menerima gratifikasi. Ini penting sekali untuk mereka bisa melayani. Jangan setiap melayani selalu berharap kompensasi dari masyarakat, sehingga yang terjadi mempersulit," tegasnya. (Rizal/*)