Suara Denpasar - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi bulan-bulanan warganet usai FIFA membatalkan pagelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia.
Pasalnya, Ganjar adalah tokoh yang lantang menyuarakan penolakannya terhadap Timnas Israel, yang disebut-sebut sebagai alasan utama FIFA mencabut status Indonesia sebagai host Piala Dunia U-20.
Meski dihujat publik Tanah Air, Ganjar justru unggul dalam survei terbaru terhadap elektabilitas sejumlah tokoh politik jelang Pilpres 2024 yang dilakukan oleh Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Berdasarkan hasil survei yang dirilis pada Sabtu (15/4/2023), elektabilitas Ganjar yang sempat merosot beberapa waktu lalu kembali naik dan mengungguli tokoh ternama lainnya.
Target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau yang sudah menikah dan memiliki telepon atau ponsel seluler. Jumlahnya adalah sekitar 79 persen dari total populasi nasional.
Deni Irvani selaku Direktur Riset SMRC menyatakan bahwa survei ini dilakukan secara tertutup dengan menyodorkan enam nama kepada responden.
Hasilnya, Ganjar menempati posisi teratas dengan perolehan 26,8 persen. Ia mengungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang dikenal sebagai dua calon kuat di Pilpres 2024.
Prabowo sendiri berada di posisi kedua dengan total suara 25,4 persen. Sedangkan Anies menempati posisi ketiga dengan hasil 16,7 persen.
Selanjutnya ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang berhasil mengantongi suara cukup besar hingga 13,8 persen.
Baca Juga: Amien Rais Ogah Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024: Dia Berbahaya!
Lalu ada Mahfud MD dengan total suara 4,1 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan dukungan 2,1 persen. 11,1 persen sisanya memutuskan untuk tidak menjawab atau tidak tahu.
Selain itu, Ganjar Pranowo juga berada di posisi teratas dalam simulasi survei top of mind usai mengantongi suara hingga 16,5 persen.
Dia sedikit lebih unggul dari Prabowo Subianto yang mendapatkan suara sebesar 16,3 persen.
Posisi ketiga lagi-lagi ditempati oleh Anies Baswedan dengan 9,8 persen suara, Presiden Joko Widodo 9,2 persen dan Ridwan Kamil 1,6 persen.
Selanjutnya ada beberapa nama lain yang tak mencapai 1 persen dan 42,2 persen sisanya belum menentukan pilihan.
Terkait hal ini, Deni menuturkan bahwa Ganjar memperoleh peningkatan suara yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan Prabowo yang mengalami pelemahan.