Suara Denpasar – Pendeta Saifuddin Ibrahim tak henti-hentinya terus mencari perkara yang sukses membuat geram netizen.
Dikenal sebagai sosok kontroversial lantaran sering menyoroti ajaran Islam pasca pindah agama, kini Pendeta Saifuddin Ibrahim malah menghina Nabi Muhammad SAW.
Hal ini bahkan disampaikan secara blak-blakan olehnya melalui video yang diunggah di kanal YouTube Saifuddin Ibrahim Official, sebagaimana dilansir Suara Denpasar, Jumat (12/5/2023).
Dalam videonya tersebut, pendeta asal Nusa Tenggara Timur itu tanpa takut menyebut bahwa Nabi Muhammad merupakan orang yang kotor karena telah menodai tangannya dengan darah.
“(Nabi Muhammad) yang kalian sembah, kalian hormati, yang kalian syahadati itu, tangannya penuh darah,” kata Pendeta Saifuddin.
Lantas, ia pun membandingkan Nabi Muhammad dengan Panji Gumilang, Pendiri Pesantren Al Zaytun Indramayu yang belakangan ini terus dikritik karena dianggap mengajarkan ilmu sesat di lembaga pendidikan yang dibangunnya itu.
Pendeta Saifuddin Ibrahim dengan percaya dirinya menyebut sosok Panji Gumilang sebagai seorang nabi yang lebih baik dan lebih toleran daripada Nabi Muhammad.
“Nabi Panji Gumilang lebih bagus daripada Nabi Muhammad. Lebih toleran Nabi Panji Gumilang karena dia tidak pernah menodai tangannya dengan darah. Panji Gumilang orang bersih,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga menilai Panji Gumilang merupakan sosok yang bisa dipercaya untuk menjadi pemimpin negeri.
Baca Juga: CEK FAKTA: Usai Dilamar Rizky Febian Mahalini Raharja Pindah Agama ke Islam, Benarkah?
Dia mengaku heran dengan masyarakat serta para tokoh ulama yang malah menilai pendiri pesantren Al Zaytun itu sebagai sosok yang sesat.
“Apanya yang sesat? nggak ada. Mereka salat 5 waktu. Eh Panji Gumilang itu salat 100 waktu kalau dia mau salat,” pungkasnya.
Pendeta yang sempat mengajar di Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu itu berdalih bahwa hukum-hukum dan kedisiplinan yang diterapkan di lembaga yang dibagun Panji Gumilang bahkan lebih bagus ketimbang kurikulum pesantren yang diterapkan di Indonesia.
Sebagai informasi, Saifuddin Ibrahim memang sudah ditetapkan oleh Dir Siber Bareskrim Mabes Polri sebagai tersangka penistaan agama sekaligus ujaran kebencian pada 28 Maret 2022 lalu dengan ancaman 6 tahun penjara.
Namun, saat ini Saifuddin Ibrahim masih berada di Amerika sebagai seorang pemulung dan tidak kunjung kembali hingga detik ini. (*)