Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Rupiah Kian Loyo di Rp16.876, Imbas Sentimen Domestik dan Downgrade Moodys

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Jum'at, 06 Februari 2026 | 16:17 WIB
Rupiah Kian Loyo di Rp16.876, Imbas Sentimen Domestik dan Downgrade Moodys
Nilai tukar rupiah masih belum mampu keluar dari tekanan hebat. Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (6/2/2026), Mata Uang Garuda kembali terkulai lemas di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Foto Antara.
baca 10 detik
  • Rupiah melemah ke Rp16.876 per dolar AS akibat sentimen negatif domestik.
  • Moody's turunkan peringkat RI dan IHSG di-downgrade oleh Goldman Sachs & UBS.
  • Target ekonomi 2025 gagal tercapai, rupiah diprediksi di level Rp16.800-Rp16.900.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih belum mampu keluar dari tekanan hebat. Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (6/2/2026), Mata Uang Garuda kembali terkulai lemas di hadapan dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data Bloomberg, rupiah bertengger di level Rp16.876 per dolar AS. Angka ini mencerminkan pelemahan sebesar 0,20 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya, Kamis (5/2), yang berada di level Rp16.842. Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia dipatok di level Rp16.826.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pelemahan ini bukan sekadar faktor global, melainkan murni imbas dari sentimen negatif di dalam negeri. Salah satu pemicu utamanya adalah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta kabar buruk dari lembaga pemeringkat internasional.

"Pelemahan rupiah disebabkan pelemahan IHSG dan penurunan peringkat dari Moody’s," ujar Lukman saat dihubungi.

Ia menambahkan, pasar saat ini tengah diselimuti awan mendung akibat sejumlah masalah domestik yang bertubi-tubi, antara lain langkah Goldman Sachs (GS) dan UBS yang menurunkan peringkat IHSG ke posisi underweight, potensi penurunan status pasar Indonesia dari Emerging Market (EM) menjadi Frontier Market oleh MSCI dan sentimen negatif seputar defisit fiskal dan target pertumbuhan ekonomi 2025 yang meleset dari target.

"Rupiah diperkirakan masih akan tertekan dan bergerak di rentang Rp16.800 hingga Rp16.900," jelasnya.

Di kawasan Asia, rupiah tidak sendirian di zona merah. Namun, Rupee India mencatatkan performa terburuk dengan anjlok 0,46 persen, disusul Won Korea Selatan yang ambles 0,39 persen.

Berikut pergerakan mata uang Asia sore ini:

Melemah: Rupee India (-0,46%), Won Korsel (-0,39%), Rupiah (-0,20%), Dolar Taiwan (-0,04%), Yuan China (-0,03%).

baca juga

Menguat: Baht Thailand (+0.37%), Peso Filipina (+0,21%), Dolar Singapura (+0,11%), Yen Jepang (+0,11%), Ringgit Malaysia (+0,01%).

Kombinasi antara gagalnya target pertumbuhan ekonomi dan prospek pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) membuat investor cenderung berhati-hati melirik aset-aset berbasis rupiah untuk sementara waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Anjlok Rp32 Triliun

Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Anjlok Rp32 Triliun

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:39 WIB

Rupiah Amblas Imbas Moody's Kasih Rating Negatif ke Indonesia

Rupiah Amblas Imbas Moody's Kasih Rating Negatif ke Indonesia

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 09:58 WIB

Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, Rupiah Malah Amblas ke Level Rp16.842!

Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, Rupiah Malah Amblas ke Level Rp16.842!

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 15:48 WIB

Terkini

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:25 WIB

Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim

Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:32 WIB

Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg

Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:10 WIB

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:03 WIB

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:53 WIB

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:37 WIB

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:31 WIB