Beda Sikap Gibran Rakabuming dan Dedi Mulyadi soal Wisuda TK-SD-SMP-SMA, Begini Katanya

Suara Denpasar Suara.Com
Senin, 19 Juni 2023 | 10:38 WIB
Beda Sikap Gibran Rakabuming dan Dedi Mulyadi soal Wisuda TK-SD-SMP-SMA, Begini Katanya
Beda Sikap Gibran Rakabuming dan Dedi Mulyadi soal Wisuda TK-SD-SMP-SMA, Begini Katanya

Suara Denpasar - Baru-baru ini muncul protes dari berbagai kalangan terhadap acara wisuda yang diselenggarakan ditingkat TK, SD, SMP dan SMA. 

Pihak-pihak yang memprotes acara wisuda ditiadakan itu beralasan bahwa acara wisuda tersebut hanya akan membebani keuangan orang tua murid. Menurut mereka sebaiknya uang tersebut dipakai untuk menyelolahkan anak ke jenjang berikutnya. 

Bahkan seseorang yang mengaku sebagai orang tua murid langsung menyampaikan lewat komentar di salah satu postingan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim.

"Tolong Pak Nadiem sekarang dihapuskan acara Wisuda dari TK - SMA karena hanya memberatkan biaya para orang tua. Wisuda hanya untuk lulusan Universitas aja bukan dari TK," tulis akun Instagram  @mikhaylaeka2023 dikutip Suara Denpasar, Senin (19/6/2023).

Polemik ini juga sudah mendapat perhatian dari beberapa tokoh politik, seperti Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dan mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

Gibran Rakabuming dan Dedi Mulyadi memiliki sikap atau pandangan yang berbeda terkait masalah itu.

Menurut Gibran perayaan wisuda disetiap jenjang pendidikan merupakan hal wajar. Sebab, perayaan dilaksanakan dalam satu kali seumur hidup atau setiap jenjang sekolah. Dengan catatan tidak membebaskan orang tua. 

"Tidak apa-apa, asalkan tidak keberatan dan tidak memberatkan orang tua," kata Gibran di Puro Mangkunegaran Solo kepada wartawan, Jumat (16/6/), malam.

Sementara Dedi Mulyadi sepakat untuk wisuda ditingkat TK, SD, SMP dan SMA dihapuskan. Alasannya tidak semua orang tua murid memiliki ekonomi yang mapan, maka sebaiknya ditiadakan.

Baca Juga: Awas! 10 Daerah Paling Rawan Kejahatan di Jawa Tengah, Kotanya Gibran Rakabuming dan Presiden Jokowi Nomor 1?

Melalui akun resmi Instagramnya, Dedi Mulyadi mengatakan pendidikan di Indonesia terlalu banyak kegiatan formal yang memakan biaya dari orang tua murid. Padahal kegiatan-kegiatan itu tidak masuk dalam kurikulum pembelajaran.

"Sehingga hentikanlah segala sesuatu yang formal itu yang memerlukan pembiayaan, wisuda-wisuda-an itu juga menurut saya mestinya ditiadakan karena apa kasihan bagi mereka yang tak berkemampuan," ucap Dedi Mulyadi. (*/Dinda)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI