Suara Denpasar - Baru-baru ini, pecinta sepak bola harus gigit jari karena Indonesia mendadak batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Hal ini disebabkan karena adanya penolakan atas kehadiran Israel ke Indonesia.
Posisi ini lantas digantikan dengan Argentina dan membuat Indonesia batal jadi peserta Piala Dunia. Namun, kini Indonesia kembali ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 pada bulan November hingga Desember mendatang.
Nama Indonesia didapuk menjadi tuan rumah setelah Peru dinyatakan tidak siap dalam segi infrastruktur. Indonesia yang infrastrukturnya dinilai sudah siap, pun didaulat untuk menggantikan Peru. Terlebih, tak ada nama Israel dalam helatan Piala Dunia kali ini.
Pada rencana Piala Dunia U-20 2023, ada enam daerah yang dipersiapkan menjadi venue. Daerah tersebut adalah Jakarta, Palembang, Bandung, Solo, Surabaya dan Bali.
Meski demikian, masyarakat Bali agaknya harus bersiap-siap untuk menerima kenyataan jika suatu saat PSSI mencoret Bali dari daftar venue Piala Dunia U-17 2023.
Hal ini merupakan buntut dari kegagalan Piala Dunia U-20 2023 lalu. Saat itu, secara khusus Gubernur Bali, I Wayan Koster terang-terangan melakukan penolakan.
Penolakan yang dilakukan Wayan Koster ini terkait dengan kehadiran Timnas Israel di Piala Dunia U-20 2023. Atas kisruh tersebut, Piala Dunia yang dijadwalkan pada Bulan Juni 2023 kemarin akhirnya batal diselenggarakan di Indonesia.
Akibat rekam jejak tersebut, PSSI bisa saja mencoret Bali dari daftar venue. Pencoretan ini bisa saja adalah sebuah “hukuman” atas kejadian sebelumnya.
Terlebih, stadion di Bali rencananya akan digunakan oleh Bali United untuk persiapan kompetisi Liga 1. Diketahui, liga ini merupakan salah satu liga yang bergengsi di Asia.
Atas dasar tersebut, besar kemungkinan Bali dicoret dari venue Piala Dunia U-17 2023. Namun, keputusan ini tentunya belum final karena masih ada banyak pertimbangan.
Ketum PSSI Erick Thohir dalam konferensi Sabtu (24/6/2023) menyatakan belum memutuskan stadion mana saja yang akan dipakai untuk ajang Piala Dunia U-17. Dia menyatakan ini kesempatan dan bisa menjadi panggung besar untuk RI di kancah sepak bola dunia.
Ia mengatakan, khusus untuk lapangan, tentu FIFA akan mengirim tim untuk mengecek kembali mana yang sesuai. Katanya, standard lapangan untuk Piala Dunia U-20 dan U-17 bisa berbeda.
"Saya tidak mau terlalu dini (menentukan lapangan mana yang akan digunakan, red), yang mana dan kenapa saya gak mau terjebak polemik itu. Yang penting kita mengharapkan mereka hadir mengecek mana yang sesuai dengan standar mereka," paparnya. (*)