Suara Denpasar - Keputusan FIFA memilih Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 tampaknya membuat gerah negara tetangga Malaysia.
Salah satu media Malaysia Malayantiger.co, mengungkapkan keiriannya terhadap capaian yang didapatkan oleh Indonesia. Bahkan, mereka menyebut kalau Indonesia sebagai the Real Anak FIFA.
"Negaranya yang tidak lolos ke Piala Asia U-17 tapi bermain di Piala Dunia U-17," tulis media tersebut melalui akun Instagramnya.
"Uang bisa membuat hal seperti ini. Negara tetangga the Real anak FIFA," imbuhnya.
Tak hanya itu, media Malaysia juga menyindir dan melontarkan reaksi sinis kepada Indonesia dan mengaitkannya dengan kegagalan tim sepak bola Indonesia U-17 yang tidak berhasil lolos ke Piala Asia U-17. Apalagi, Malaysia berhasil mengalahkan mereka dalam pertandingan yang menentukan.
Diketahui bahwa timnas Indonesia U-17 memang gagal melaju ke Piala Asia U-17 usai mengalami kekalahan telak 1-5 dari Malaysia dalam pertandingan terakhir di fase grup. Meskipun pada awalnya mereka meraih kemenangan tiga kali beruntun.
Dengan keputusan FIFA yang memilih Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 bisa memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kemampuannya dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola tingkat dunia dan meningkatkan eksposur internasional di bidang olahraga.
Adapun nantinya Piala Dunia U-17 yang diadakan setiap dua tahun sekali dijadwalkan akan berlangsung dari tanggal 10 November hingga 2 Desember 2023.
Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah ini diumumkan melalui akun Twitter resmi FIFA.
Baca Juga: Erick Thohir Beber Pertimbangan FIFA Pilih Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17
Sebagai informasi, mulanya Peru-lah yang terpilih menjadi tuan rumah turnamen tersebut pada 24 Oktober 2019. Namun, Peru mengundurkan diri sebagai tuan rumah pada tanggal 3 April 2023.
Hal itu lantas membuat adanya perubahan rencana penyelenggaraan hingga kemudian FIFA memutuskan untuk menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah untuk menggantikan Peru. (*/Dinda)