Suara Denpasar - Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), menyampaikan penghargaan terhadap prestasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang berujung pada penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17.
Oktohari menyatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut adalah kemampuan Ketua Umum PSSI dalam mempersatukan semua pemangku kepentingan di dunia sepak bola.
"Saya bersyukur Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah. Alhamdulillah, Pak Erick sekali lagi menunjukkan kepiawaiannya dalam melakukan komunikasi dengan FIFA. Karena saya tahu kedekatan emosional yang dibentuk Pak Erick ke semua stakeholder sepak bola," kata Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum KOI, setelah menghadiri pelantikan Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) di Jakarta dikutip dari antara (26/6/2023).
Oktohari mencontohkan pertandingan persahabatan FIFA antara Indonesia dan juara dunia Argentina sebagai bukti kinerja PSSI. Dia menilai tidak mudah untuk mengundang tim Albiceleste yang merupakan juara bertahan Piala Dunia ke Jakarta.
"Argentina bisa datang ke Indonesia. Padahal bukan hal yang mudah untuk mendatangkan Argentina," ujar Oktohari mengenai kedatangan timnas yang dilatih oleh Lionel Scaloni.
Pada Jumat (23/6), melalui keputusan bersama dalam sidang FIFA Council yang diadakan di Markas FIFA, Zurich, Swiss, Indonesia ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17.
Keputusan tersebut diambil setelah FIFA mencabut status tuan rumah Peru karena dianggap belum siap dari segi infrastruktur. FIFA menganggap bahwa stadion di Peru tidak memenuhi standar sebagai tuan rumah ajang tersebut yang diselenggarakan setiap dua tahun.
Saat ini, PSSI mengonfirmasi bahwa mereka belum menentukan stadion yang akan digunakan untuk Piala Dunia U-17 karena masih menunggu peninjauan dan keputusan yang akan diambil oleh FIFA.(*/Ana AP)
Baca Juga: Bentrok dengan Piala Dunia U-17 2023, Indonesia Cari Solusi Stadion di Tengah Jadwal Konser Coldplay