BNI Danai Energi Kotor PLTU Batubara di Kaltara, Aktivis Protes Keras: Kemunduran dan Ingkar Janji

Suara Denpasar | Suara.com

Kamis, 06 Juli 2023 | 20:17 WIB
BNI Danai Energi Kotor PLTU Batubara di Kaltara, Aktivis Protes Keras: Kemunduran dan Ingkar Janji
BNI Danai Energi Kotor PLTU Batubara di Kaltara, Aktivis Protes Keras: Kemunduran dan Ingkar Janji (IST)

Suara Denpasar - Di tengah perayaan ulang tahun ke-77, Bank BNI mendapat sorotan tajam dari kelompok atau aktivis lingkungan lantaran mendanai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara baru dengan kapasitas 1,1 Gigawatt di Kalimantan Utara. Langkah BNI dianggap sebagai kemunduran sekaligus ingkar janji untuk berhenti dari mendanai proyek energi kotor.

Sebagaimana diketahui, PLTU batubara 1,1 GW di Kaltara itu untuk memasok listrik ke smelter aluminium Adaro yang terletak di Kawasan Industri "Hijau".

Namun, keputusan tersebut menandai kemunduran dalam upaya Bank BNI dalam mewujudkan pendanaan berkelanjutan. International Energy Agency (IEA) telah menyatakan bahwa untuk mencapai target Net Zero pada tahun 2050, tidak seharusnya ada lagi PLTU batubara baru sejak tahun 2021, agar laju kenaikan suhu bumi dapat dibatasi di bawah 1,5 derajat Celsius.

Menariknya, pada bulan September tahun lalu, Bank BNI sebenarnya telah menyatakan bahwa mereka tidak berencana untuk melakukan ekspansi di sektor batubara. Hal ini membuat keputusan mereka untuk mendanai proyek PLTU batubara baru ini semakin mengecewakan bagi para penggiat lingkungan.

“Ini adalah kemunduran yang sangat besar bagi pendanaan keberlanjutan. BNI mengingkari janji mereka sendiri dengan menandatangani perjanjian pinjaman ini,” kata Suriadi Darmoko, Campaigner 350.org Indonesia dalam rilisnya. 

Moko menambahkan, pada ulang tahun yang ke-77 BNI malah memilih untuk terlibat dalam memperparah laju krisis iklim dengan mendanai PLTU batu-bara baru.

"Kontribusi pendanaan BNI ke Adaro meningkat sebesar 714 persen sejak 2021,” kata Moko.

Dia menjelaskan, BNI adalah salah satu dari lima bank yang terlibat dalam sindikasi pinjaman untuk proyek yang dimiliki oleh Adaro. Empat bank lainnya, yaitu Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Permata (BNLI), juga terlibat dalam pendanaan tersebut.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh kelompok lingkungan, Bank BNI berkontribusi sebesar USD350 juta ke proyek smelter dan PLTU batubara baru Adaro.

Direktur Eksekutif dan Ekonom CELIOS, Bhima Yudhistira menambahkan, pendanaan terhadap aset batubara memiliki risiko transisi dan risiko stranded asset yang muncul akibat perubahan kebijakan untuk meninggalkan penggunaan batubara. Studi yang dilakukan oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menunjukkan bahwa pembangunan PLTU batubara dianggap merugikan investor, termasuk kreditur dan pemegang obligasi.

"Biaya pinjaman modal aset PLTU batu-bara saat ini relatif mahal dibanding industri lainnya," katanya.

Hal ini, lanjut dia, disebabkan disebabkan oleh fluktuasi harga batubara yang dapat menurunkan nilai aset serta perubahan kebijakan negara tujuan ekspor. Selain itu, pendanaan proyek PLTU batubara juga dianggap tidak sejalan dengan upaya transisi energi.

"Keputusan bank BNI untuk menyokong proyek PLTU baru ini adalah keputusan yang berisiko tinggi bagi perbankan sekaligus reputasi BNI sendiri,” kata Bhima Yudhistira.

Dia menjelaskan, tren global saat ini semakin mengarah pada pengurangan penggunaan batubara. Skenario IEA NZE 2050 menyatakan bahwa pasokan batubara akan turun hingga 48 persen antara tahun 2021 hingga 2030, dan 91 persen hingga tahun 2050. Selain itu, Indonesia telah berkomitmen untuk menutup semua PLTU batubara pada tahun 2050.

Lebih lanjut, tren global menunjukkan bahwa para deposan dan investor institusional, termasuk pemegang obligasi, cenderung memindahkan dana mereka ke bank yang lebih menjauhi portofolio pembiayaan PLTU batubara. Terlebih lagi, terdapat komitmen pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) yang seharusnya sejalan dengan penutupan PLTU batubara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Temukan Banyak Kasus Perdagangan Orang di Kaltara, Satgas TPPO Bergerak Cepat

Temukan Banyak Kasus Perdagangan Orang di Kaltara, Satgas TPPO Bergerak Cepat

News | Selasa, 04 Juli 2023 | 17:42 WIB

SUPER FANTASTIS! Duit Brigadir Joshua Rp 100 Triliun di BNI Cibinong, Irma Hutabarat Terkejut

SUPER FANTASTIS! Duit Brigadir Joshua Rp 100 Triliun di BNI Cibinong, Irma Hutabarat Terkejut

| Kamis, 29 Desember 2022 | 20:08 WIB

Jejak Rp 100 Triliun Uang Brigadir Joshua, PPATK dan BNI Harus Jujur

Jejak Rp 100 Triliun Uang Brigadir Joshua, PPATK dan BNI Harus Jujur

| Kamis, 29 Desember 2022 | 19:44 WIB

Terkini

Aksi Artis Sambut Lebaran: BCL Masak 7 Kg Rendang, Zaskia Mecca Gelar Salat Ied Sendiri

Aksi Artis Sambut Lebaran: BCL Masak 7 Kg Rendang, Zaskia Mecca Gelar Salat Ied Sendiri

Entertainment | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:00 WIB

Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda, Prabowo Tegaskan Bukan untuk Lucuti Senjata

Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda, Prabowo Tegaskan Bukan untuk Lucuti Senjata

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:50 WIB

Cerita Warga Pilih Takbiran di Bundaran HI, Ogah Mudik Gegara Takut Ditanya Kapan Nikah

Cerita Warga Pilih Takbiran di Bundaran HI, Ogah Mudik Gegara Takut Ditanya Kapan Nikah

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:43 WIB

Ucapkan Selamat Idulfitri, Prabowo Subianto Ajak Masyarakat Pererat Persatuan

Ucapkan Selamat Idulfitri, Prabowo Subianto Ajak Masyarakat Pererat Persatuan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:41 WIB

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:39 WIB

Serius Go Global, Futsal Indonesia Bangun Koneksi di Spanyol

Serius Go Global, Futsal Indonesia Bangun Koneksi di Spanyol

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:36 WIB

Arahan FIFA, AFC Resmi Hentikan Bidding Tuan Rumah Piala Asia yang Diikuti Indonesia

Arahan FIFA, AFC Resmi Hentikan Bidding Tuan Rumah Piala Asia yang Diikuti Indonesia

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:31 WIB

Potret Hangat Lebaran Presiden Prabowo: Makan Bareng Titiek Soeharto, Didit, dan Bobby Kertanegara

Potret Hangat Lebaran Presiden Prabowo: Makan Bareng Titiek Soeharto, Didit, dan Bobby Kertanegara

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:27 WIB

FIFA Pastikan ASEAN Cup akan Digelar pada September-Oktober 2026

FIFA Pastikan ASEAN Cup akan Digelar pada September-Oktober 2026

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:26 WIB

Israel Blokir Akses Al Aqsa untuk Pertama Kali Sejak 1967, Ratusan Umat Muslim Gagal Salat Id

Israel Blokir Akses Al Aqsa untuk Pertama Kali Sejak 1967, Ratusan Umat Muslim Gagal Salat Id

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:10 WIB