Suara Denpasar - Pantas saja Partai Golkar mulai ditinggalkan sejumlah kadernya. Termasuk adalah Dedi Mulyadi, politikus asal Purwakarta. Hasil survei terbaru, elektabilitas Partai Golkar sudah mendekati sebagai partai gurem.
Sebagaimana diketahui, menjelang penutupan penaftaran bakal caleg pada Mei 2023 lalu, Kang Dedi Mulyadi tiba-tiba menyatakan hengkang dari Golkar. Dia masuk ke Partai Gerindra, besutan Prabowo Subianto.
Alasan Kang Dedi waktu itu adalah dia ingin mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024 mendatang.
Belakangan, pilihan Kang Dedi Mulyadi hengkang dari Golkar terlihat tepat. Bagaimana tidak, dari survei terbaru yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 1-8 Juli 2023, menyebutkan bahwa elektabilitas Golkar makin melorot dibanding Gerindra yang terus naik.
Dari hasil survei Juli 2023, LSI menemukan data untuk keterpilihan parpol sebagai berikut:
1. PDIP: 23,7 persen
2. Gerindra: 14,2 persen
3. PKS: 6,2 persen
4. Partai Golkar: 6 persen
Baca Juga: Menggetarkan, Pidato Dedi Mulyadi tentang 3 Hal dari Sosok Prabowo Subianto
5. PKB: 5,7 persen
6. Nasdem: 5,5 persen
7. Demokrat: 4,4 persen
8. Perindo: 4,1 persen
9. PPP: 2,5 persen
10. PAN: 2,5 persen