Suara Denpasar - Kang Dedi Mulyadi menyisakan kembali peran Prabowo Subianto membebaskan TKI asal Belu NTT (Nusa Tenggara Timur) bernama Wilfrida Soik yang akan dihukum mati karena tuduhan pembunuhan terhadap majikan perempuan.
Menurut Dedi Mulyadi kebaikan yang dibuat oleh Prabowo Subianto dalam senyap harus dia ceritakan. Karena yang selalu lawan politik mainkan di publik adalah keburukan tentang seorang Prabowo.
"Semua hal baik yang tidak pernah dia ceritakan ke publik, maka tugas saya adalah menceritakan tentang kebaikan orang baik itu," tegas Dedi Mulyadi dikutip dari Channel YouTube miliknya, Selasa (11/7/2023).
Dedi Mulyadi menambahkan, kalau saja secara pribadi Prabowo bisa membebaskan Wilfrida, apalagi kalau Prabowo sudah berkedudukan sebagai presiden, semua WNI yang mengalami kesulitan pasti akan ditolong, kata Dedi yakin.
"Kalau dia secara pribadi saja mampu membebaskan satu TKI apalagi kalau jadi presiden, para TKI pasti bisa dibebaskan seluruhnya. 300 TKI terlantar di Yordania waktu itu dia (Prabowo) juga yang memulangkan dengan penuh kemanusiaan," urainya.
Diketahui pada tahun 2012 Wilfrida dituduh telah membunuh majikan perempuannya bernama Yeap Seok Pen. Dia kemudian di penjara di Kota Bharu, Kelantan Malaysia.
Pada awal tahun 2013, Prabowo Subianto mendengar cerita itu dari salah satu kader Gerindra di NTT. Karena tersentuh Prabowo berangkat ke Malaysia untuk menemui Wilfrida di penjara.
Setelah mendengar cerita langsung dari Wilfrida, Prabowo yakin bahwa Wilfrida tidak bersalah. Prabowo menyewa seorang pengacara berkelas di Malaysia yakni Tan Sri Shafee untuk membela Wilfrida.
Setelah melewati beberapa sidang pembelaan, hingga pada Agustus 2015 Wilfrida Soik dinyatakan tidak bersalah dan bebas oleh pengadilan Malaysia. Prabowo Subianto hadir secara langsung dan menyaksikan hakim Mahkamah Rayuan Putrajaya, Malaysia ketuk palu bebasnya Wilfrida Soik. (Rizal/*)