Suara Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster tengah getol meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Bali. Katanya dengan menerbitkan berbagai kebijakan agar keuangan Pemerintah Provinsi tidak stagnan apalagi harus defisit.
Beberapa kebijakan diantaranya adalah, pungutan Rp. 150 ribu terhadap wisman yang masuk ke Bali, menyewakan area kawasan ITDC Nusa Dua seluas 39,8 hektare selama 16 tahun. Koster juga menyewakan area Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Klungkung seluas 150 hektar kepada investor.
Selain itu Koster juga sedang membangun Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Desa Adat Amerta Sari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Pembangunan Turyapada Tower itu sudah dimulai sejak 23 Juli 2022.
Wayan Koster berharap Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali sudah bisa beroperasi pada tahun 2025. Meski belum menyebutkan berapa harga tiket masuk, tapi Koster meyakini Turyapada Tower akan menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Bali.
"Sudah kita hitung, per tahun itu bisa mendapatkan sumber yang cukup memadai. Sehingga ini akan menjadi sumber pendapatan asli daerah yang menurut saya sangat komplit," ujar Koster di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (24/7/2023).
Koster mengaku, selama dia menjadi Gubernur Bali (periode 2018-2023) pendapatan asli daerah hanya didominasi oleh pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor. Yang besarannya hanya 3 triliun per tahun.
Koster yakin, Turyapada Tower nantinya akan dikunjungi oleh puluhan ribu wisatawan baik mancanegara maupun domestik, karena memiliki fasilitas terlengkap di dunia. Dengan begitu otomatis akan meningkatkan pendapatan asli daerah Provinsi Bali.
"Jadi 2025 kita memiliki sumber pendanaan yang cukup, tidak seperti sekarang ini, lima tahun saya (Wayan Koster) membangun Bali menjalankan program-program yang sumbernya itu-itu saja," tandasnya.(Rizal/*)