Suara Denpasar – Menjelang Pilpres 2024 yang akan digelar 200 hari lagi, Calon presiden Prabowo Subianto disebut unggul dari Ganjar Pranowo.
Selisih jarak antara Prabowo dan pesaingnya Ganjar Pranowo pun tampak kian melebar. Bahkan, jarak elektabilitas Prabowo dengan Ganjar mencapai hingga dua digit. Hal ini disampaikan dalam pemaparan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.
"Jarak elektabilitas Prabowo dengan Ganjar semakin lebar. Sampai dua digit," kata Peneliti LSI Denny JA Hanggoro Doso Pamungkas saat rilis hasil surveinya dikutip dari kanal Youtube LSI Denny JA Official pada 31/7/2023.
Adapun survei dilakukan pada rentang waktu 3-15 Juli 2023 dengan metode sampling multi-stage random sampling dan jumlah responden sebanyak 1.200 di seluruh Indonesia. Kemudian teknik pengumpulan data yakni wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner.
Untuk margin errornya sendiri mencapai kurang lebih 2,9 persen. Selain itu, survei juga dilengkapi dengan riset kualitatif seperti analisis media, in-depth interview, expert judgement dan focus group discussion.
Disampaikan oleh Hanggoro bahwa jarak elektabilitas di bulan Juli 2023 antara Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo mencapai 10.4 persen. Elektabilitas Prabowo Subianto sebesar 52 persen sedangkan Ganjar sebesar 41,6 persen.
"Selisih elektabilitas head to head Prabowo vs Ganjar semakin melebar. Bulan Juli 2023, selisih semakin melebar menjadi 10,4 persen untuk keunggulan Prabowo," paparnya.
Lebih lanjut, Hanggoro juga menyebutkan bahwa tren elektabilitas Prabowo menanjak dan Ganjar mengalami naik-turun. Ini terlihat dari tracking survei tahun 2023 sejak Januari, Mei, Juni hingga Juli.
Pada bulan Januari 2023, elektabilitas Prabowo 38,5 persen. Mei naik menjadi 44,5 persen. Juni naik kembali menjadi 50,4 persen, dan Bulan Juli naik menjadi 52 persen.
Sedangkan elektabilitas Ganjar pada bulan Januari 2023 sebesar 43,1 persen. Mei turun menjadi 38,1 persen. Juni berhasil rebound menjadi 43,2 persen. Akan tetapi Juli turun menjadi 41,6 persen.(Rizal/*)