Suara Denpasar - Hidup susah dan sampai saat ini masih terbilang susah jika yang menjadi patokan adalah materi.
Begitulah kisah hidup dari Ketua DPRD Bangli yakni I Ketut Suastika. Pria satu ini bahkan mendapat julukan Ketua DPRD Termiskin di Pulau Dewata.
Memang, secara materi, dia tidak memiliki harta sebanyak rekan-rekannya di kalangan dewan.
Hanya saja, pria kelahiran Desa Peninjoan, Tembuku, ini memang lahir bukan dari kalangan berada.
Pahit getir kehidupan sudah dia lalui hingga akhirnya menjabat sebagai Ketua DPRD Bangli. Jika diceritakan, hidup Suastika saat muda begitu miris.
Dia sempat tinggal di rumah Danramil Tembuku ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Waktu itu memang kami melarat, selanjutnya SMA saya per minggu dikirimkan orang tua Rp 2.500," begitu kisahnya kepada awak media medio 2021 silam. Dia sempat membuka usaha jasa pertanahan, namun juga gagal. Sebelum akhirnya terjun ke ranah politik.
Demikian, hidupnya sampai saat ini bisa dikatakan tidak bergelimang harta. Berdasar Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dia isi dan setorkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sejak tahun 2019, jumlah hutangnya telah mencapai lebih dari Rp 1,28 miliar, sehingga total harta kekayaannya dalam LHKPN menjadi negatif atau minus Rp -594.446.898.
Meski belum lepas dari jerat hutang. Suastika tampaknya mulai bisa membangun kembali perekonomian keluarganya dengan menjabat sebagai Ketua DPRD Bangli.
Di mana, tentu ada gaji tetap dan fasilitas yang didapat. Dalam laporannya pada 21 Maret 2020. Dia memiliki sebidang tanah dan bangunan 150 m2/100 m2 senilai Rp 400.000.000.
Ada juga sepeda motor Honda K1H02N14L0 A/T tahun 2015 senilai Rp 17.000.000, mobil Ford Escape tahun 2004 senilai Rp 70.000.000, mobil Suzuki Splash tahun 2014 senilai Rp 115.000.000, dan sepeda motor Honda Scoopy tahun 2019 senilai Rp 17.000.000. Dia juga melaporkan memiliki kas dan setara kas senilai Rp 70.552.702. ***