denpasar

Wayan Koster Soal Koalisi Besar Gerindra: Kita Sudah Biasa Dikeroyok

Suara Denpasar Suara.Com
Senin, 14 Agustus 2023 | 16:40 WIB
Wayan Koster Soal Koalisi Besar Gerindra: Kita Sudah Biasa Dikeroyok
Gubernur Bali Wayan Koste (Suara Denpasar/Rovin Bou)

Suara Denpasar - Bakal Calon Presiden 2024 dari partai Gerindra, Prabowo Subianto yang sebelumnya hanya berkoalisi dengan PKB, kini mendapat dukungan baru dari partai PAN dan Golkar. 

Deklarasi bergabungnya Golkar dan PAN digelar di Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok), Jakarta, pada Minggu (13/8) pagi WIB. Ketua Umum masing-masing partai hadir dan berbicara dalam deklarasi tersebut. Mereka berkomitmen untuk memenangkan Prabowo Subianto.

Menanggapi deklarasi tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster yang juga sebagai ketua DPD PDI Perjuangan Bali mengatakan pihaknya sudah terbiasa dengan keroyokan partai-partai dalam urusan politik. Bahasanya sudah terbiasa dikeroyok.

"Yang penting (Koalisi Gerindra, PKB, Golkar dan PAN) spiritnya untuk membangun bukan mengeroyok salah satu capres, kita dikeroyok sudah pengalaman jadi kita tahan keroyokan," ujar Koster saat menerima kunjungan Plt Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Senin (14/8/2023).

"Tapi maksud saya supaya itu tidak menjadi niat (keroyok) dari elit (Koalisi Gerindra, PKB, Golkar dan PAN) ini dalam konteks persaingan pilpres pemilu 2024, tapi atas kesadaran mencari pemimpin baik membangun bangsa," sambung dia. 

Dalam konteks Bali, Wayan Koster bertaruh akan menangkan bakal calon presiden dari PDI Perjuangan yaitu Ganjar Pranowo. Dia mengklaim akan menangkan Ganjar Pranowo sebagaimana Bali menangkan Presiden Jokowi yang mencapai 92 persen. 

"Jadi saya meyakini masyarakat Bali akan memberikan dukungan kepada Pak Ganjar. Begitu juga saya sangat berharap masyarakat di daerah lain sama-sama pilih Pak Ganjar sebagai pemimpin yang membawa harapan Indonesia ke depan," ujar Koster. 

Kendati begitu, Wayan Koster mengapresiasi kolasi Gerindra, PKB, Golkar dan PAN. Menurutnya itu adalah dinamika demokrasi yang harus dihormati. 

"Kita hormati sebagai bagian dinamika demokrasi, yang penting spiritnya untuk membangun Indonesia," tandasnya. (Rizal/*) 
 

Baca Juga: Harus Bayar Denda Komdis Rp50 Juta, CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi Langsung Minta Investigasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI