Suara Denpasar- Ferril Hattu, Komisaris Persebaya, mengkritik metode seleksi yang diadakan oleh PSSI untuk mencari calon pemain Timnas Indonesia U-17.
Menurutnya, seleksi tersebut dianggap tidak efektif dan kuno, dirinya bahkan menganggap bahwa seleksi yang dilakukan PSSI di berbagai kota hanya menjadi formalitas belaka.
Seperti yang diketahui, PSSI telah mengadakan seleksi Timnas U-17 di 12 kota. Tujuan dari seleksi ini adalah memberikan kesempatan kepada para pemain untuk berkompetisi dalam Timnas Indonesia U-17 dan berpartisipasi dalam Piala Dunia U-17.
Melansir dari bandung.suara.com, Ferril Hattu menganggap bahwa metode PSSI dalam menjaring pemain dengan melakukan blusukan di berbagai kota bukanlah pendekatan yang tepat, karena metode ini telah lama digunakan oleh para penggiat sepakbola senior.
Ferril Hattu berpendapat bahwa dalam era sepakbola modern seperti sekarang, PSSI seharusnya lebih mengandalkan peran Asprov (Asosiasi Provinsi) dan Askot (Asosiasi Kota) dalam mengadakan liga untuk usia muda.
Ini dianggap sebagai pendekatan yang lebih efektif untuk pengembangan pemain muda.
Jika terus melakukan cara yang lama, Ferril Hattu menyebut sepakbola Indonesia tidak akan bergerak.
"Apalagi kita kepulauan pula, nah kalau kita masih pakai sistem kayak gini (seleksi antar wilayah), sampai kiamat kita tidak akan bergerak," jelas Ferril, Kamis (17/08/2023).(Rizal/*)